selamat datang kampus smk mojosari selamat bergabung di smk mojosarii love you kampus smk mojosari semoga sukses kampus smk mojosari

Minggu, 02 Januari 2011

kimia farmasi

Selasa, 09 Juni 2009
SENYAWA YANG BEKERJA PADA SALURAN RESPIRASI
GOL. BRONKHOSPASMOLITIKA


Xantin




B2-simpatomimetika



Parasimpatolitika


GOL. EKSPEKTORANSIA



Bromheksin



Asetilsistein



Guaifenisin





Karbosistein

GOL. ANTITUSIVA
Noskapin
Isoaminil
Klobutinol




SENYAWA UNTUK PENANGANAN BRONKHITIS DAN ASMA BRONKHIAL

1. ANTITUSIVA
2. EKSPEKTORANSIA
3. BRONKHOSPASMOLITIKA

OVER VIEW
Bronkhitis kronis dan asma bronkhial adalah penyakit saluran pernapasan, yang disertai oleh penyempitan jalan napas (obstruksi).
Obstruksi dapat disebabkan oleh
1. pembengkakan karena radang mukosa bronkhus,
2. Penyumbatan lendir pembentukan sekret meningkat dan perubahan komposisinya
3. Bronkhokontriksi (bronkhospasme)

Manifestasi :
1. Kekurangan nafas
2. Refleks batuk

Jika pada bronkhitis kronis :
Produksi lendir berlebihan
Batuk kronis
Jika pada asma bronkhial :
Penyakit saluran nafas dengan serangan akut dengan karakteristik ; penyempitan bronkhus dan intensitas kekurangan nafas yang tinggi.

Faktor2 yang menimbulkan bronkhitis kronis :
1. Infeksi virus
2. Rangsangan kimiawi (polusi udara, asap rokok)
3. Infeksi bakteri.

Bronkhitis akut penyebabnya adalah :
1. Virus
2. Komponen penyakit pilek

ANTITUSIVA
Antitusiva adalah penghambat refleks batuk.
Anggota terpenting adalah turunan morfin dan analgetika kuat lainnya.
Yang terpenting adalah kodein
Antitusiva lain deretan morfin atau dihidromorfin ialah etilmorfin, dihidrokodein, hidroodon dan tebakon.
Kerja antitusif diperlihatkan juga oleh noskapin (narkotin alkaloid opium).
Dekstrometorfan yang termasuk golongan senyawa morfinan
Normetadon termasuk golongan metadon.

FARMAKOLOGI
Faktor2 yang menimbulkan batuk, mengakibatkan stimulasi reseptor batuk, yang terletak didaerah perifer (dalam saluran nafas).
Melalui alur sarafi, rangsang diteruskan selanjutnya ke pusat batuk di medula oblongata, sehingga terjadi batuk.

Sehingga batuk dapat dihambat melalui mekanisme perifer dan sentral.

Antitusiv turunan analgetika kuat bekerja dengan mekanisme pada sentral pada pusat batuk.
Proses batuk sebagai refleks pelindung.
Penghambatan oleh antitusiv merupakan masalah pada sekresi bronkhus yang banyak dan disertai dengan batuk. Sehingga di indikasikan untuk batuk kering, kecuali isoamil.
Senyawa golongan ini tidak menyebabkan kecanduan.

EKSPEKTORAN
Adalah senyawa yang memudahkan transport keluar lendir bronkhus.
Senyawa nya adalah :
A. Kalium iodida
B. Ammonium klorida
C. Simplisia tanaman atau kandungannya.
D. Prinsip aktif yang dipertimbangkan ialah minyak atsiri dan saponin.
E. Turunan guaiakol seperti guaifenesin atau gluaiakolgriseroleter yang bekerja sekalgus merelaksasi otot, juga digunakan sebagai ekspektora.
F. Turunan sistein yaitu asetilsistein, N-asetil-L-sistein dan karbosistein, bromheksin merupakan senyawa sintetik
G. Dari bromheksin diturunkan metabolit aktif ambroksol

FARMAKOLOGI EKSPEKTORAN
Ekspektoransia yang bekerja sekretolitik merangsang mukosa lambung, sehingga sekresi bronkhus ditingkatkan, melalui stimulasi vagus.
Hal ini mengakibatkan pembentukan sekret yang encer dan denga demikian mudah dabatukan keluar :
A. Kalium iodida tergolong sekretolitik yang paling kuat, penggunaan luas.
B. Asetilsistein, karbosistein dan bromheksin mengurangi viskositas sekret bronkhus, asetilsistein bekerja berdasarkan reaksi kimia langsung dengan glikoprotein yang terdapat di dalam lendir.
Asetilsistein berdasarkan gugus merkapto nya yang bebas dapat memecahkan jembatan disulfida glikoprotein. Reaksi yang terjadi dapat dirumuskan sebagai berikut (R-SH = asetilsistein)

SINTESA
Untuk pembuatan asetilsistein dimulai dari sistin yang diperoleh dari keratin. Setelah asetilasi dengan asetan hidrida dengan NaOH, senyawa N,N”-diasetilsistin yang terbentuk direduksi dengan seng dalam larutan asam.

BRONKHOSPASMOLITIKA
Senyawa dari berbagai golongan kerja farmakologik digunakan sebagai bronkhospasmolitik :
1. Parasimpatolitika
2. Β2-simpatomimetika tidak langsung
3. Turunan xantin

Yang terpenting dari golongan parasimpatolitika ialah ipratopiumbromida, suatu turunan 2 propil kuarterner dari atropin, yang digunakan lokal sebagai inhalan (obat hirup)

Β2-simpatomometika terbutalin, fenoterol dan salbutamol.
Efedrin simpatomimetika tidak langsung juga bekerja bronkhospasmolitik.

Turunan Xantin adalah aminofilin (garam teopilin dengan etilendiamine perbandingan 2;1)

FARMAKOLOGI
Bronkhospasmolitika mengurangi tonus otot bronkhus yang meninggi dan karena itu merupakan indikasi untuk bronkhitis kronis dan asma bronkhial.
Untuk terapi asma bronkhial yang berlatar belakang alergi dan inflamasi terapinya ; glukokortikoid, antihistamin H1 dan asam kromoglisinat.

KERJA BIOKIMIAWI
Bronkhomotorik dipersarafi oleh parasimpatikus dan simpatikus.
Atropin dan ipratopiumbromida menghambat penyempitan bronkhus.
Sebaliknya β-simpatomimetika menstimulasi dilatasi bronkhus diperantarai oleh c-AMP.
Xantin menaikan konsentrasi c-AMP.
Diposkan oleh dinna di 08.19 0 komentar
Minggu, 07 Juni 2009
KIMIA FARMASI
Berdasarkan struktur kimia, antibiotika dibagi menjadi beberapa golongan yaitu
Gol β laktam
l gol penisilin : penisilin G, Ampisilin, Amoksilin dll
l gol sefalosporin : sefadroksil, sefotaksim, sefriakson dll
Gol tetrasiklin :
l tetrasiklin, oksitetrasiklin, klortetrasiklin dll
Gol aminoglikosid :
l gentamisin, neomisin, streptomisin kanamisin dll.
Gol makrolida :
l eritromisin, spiramisin dll.
Gol linkomisin :
l klindamisin, linkomisin dll.
Gol polipeptida :
l polimiksin A,B,C,D dan E.
Gol kuinolon :
l ofloksasin, ciprofloksasin, asam nalidiksat dll.
Gol sulfonamid dan trimetoprim :
l sufosetamid, sulfodiazin, sulfometoksazol dll.
9. Gol Kloramfenikol
Klasifikasi antibakteri











Gugus β laktam
Terdapat pada antibiotik yaitu
1. Golongan penisilin
2. Golongan sefalosporin

PENISILIN

1. Sistem cincin penisilin merupakan suatu cincin β laktam segi empat dan satu cincin tiazolidin segi lima. Bisiklik yang tidak tersubstitusi diberi nama penam
2. Penisilin tersendiri dapat dianggap suatu turunan asil suatu kerangka dasar umum, asam 6-aminopenisiloat (6-APS) yang tidak mempunyai daya antibiotik. 6-APS menyudut disepanjang poros N-4/C-5 dan menyebabkan 3 pusat kiral (C-3, C-5, C-6)
3. Berdasarkan struktur biogenetiknya 6-APS merupakan dipeptida gabungan sistein dan valin.
4. Benzilpenisilin (penisilin G) adalah salah satu penisilin yang terdapat dialam, dan merupakan antibiotik pertama yang dibuat besar-besaran dengan tekhnik fermentasi, benzilpenisilin atau penisilin G suatu senyawa yang tidak toksik tetapi sangat aktif terhadap sepsis stafilokokus, meningitis, atau gonore
5. Cincin penam adalah suatu dipeptida yang terdiri dari sisteina dan sisa valin. Karena ketegangan segi-4 β-laktam, cincin tersebut mudah pecah oleh higrolisis asam atau alkoholis, dan logam berat seperti Zn,Cu,Pb.
6. Kepekaan penisilin terhadap asam cukup beragam, bergantung pada strukturnya . misalnya fenoksimetilpenisilin lebih tahan terhadap pemutusan dibandingkan dengan benzilpenisilin, oleh karena itu lebih cocok untuk pemakaian oral.
7. Penisilin atau penem ditemukan pada tahun 1929 oleh Sir Alexander Fleming.
8. Penisilin dihasilkan oleh jamur penicillium notatum dan P.chrysogenum.

Mekanisme kerja antibiotik β-laktam :
o Antibiotik gol β-laktam merusak dinding sel bakteri.

Mekanisme pertahanan bakteri :
o Bakteri membentuk enzim β-laktamase (penisilinase) gram positif disekresi ke medium gram negatif tetap didalam sel.
o Jadi organisme gram positif merusak antibiotik dengan cepat.
o Muncul galur bakteri tahan β-laktam.

Turunan Penisilin
Fenoksimetilpenisilin (penisilin V), penisilin semisintetik dibuat dengan cara fermentasi.
Propisilin termasuk fenoksipenisilin, penisilin semisintetik, turunan asam R,S-2-fenoksibutirat 6-APS.
Diklosasilin termasuk isoksazolinpenisilin.
Ampisilin, amoksilin, pivampisilin turunan ion zwitter asam R-2-amino-2-aminobenzil penisilin
Karbenesilin adalah α-karboksibenzil-penisilin, yang dibangun dari R,S-2-fenilmalonat dan 6-APS.
Sefaleksin dan sefaklor mempunyai rantai samping fenilglisin, seperti pada ampisilin.
Keaktifan sefalosporin C hanya seperseribu keaktifan benzilpenisilin, sehingga pemakaiannya terbatas.
Tahan terhadap hidrolisis enzim dan menjadi pekat dalam saluran kemih sehingga berguna untuk infeksi saluran kemih yang disebabkan organisme gram negatif.
Sefalotin banyak dipakai, spektrum luas, dan tahan laktamase.
Sefaleksin (analog ampisilin) aktif secara oral, stabil terhadap asam.
Sefotaksim dan moksalaktam sangat aktif terhadap meningitis.

Hubungan struktur aktivitas
Aktivitas antibakteri penisilin dan sefalosporin bergantung pada keutuhan cincin penam dan 3-sefem.
Terbukanya cincin β laktam mengakibatkan seluruh aktivitas hilang.
Kestabilan terhadap asam dan β laktamase tergantung pada struktur.
Meningkatnya kestabilan terhadap asam karena : adana gugus yang menarik elektron diposisi α ke gugus amida rantai samping.
Inaktivasi oleh β laktamase khususnya lebih sulit pada penisilin yang punya residu asil (umpamanya dikloksasilin) karena hambatan keruangan.

Farmakologi
l Terapi praktis penggolongan antibiotik β-laktam, berdasarkan :
a). Spektrum kerja
b). Kestabilan terhadap asam
c). Kestabilan terhadap β-laktamase
d). β-laktamase adalah enzim bakteri yang mempengaruhi hidrolisis cincin β-laktam penisilin dan sefalosporin.
l Resistensi bakteri shg mengakibatkan inaktivasi antibiotik, substrat tempat sergapnya dinamakan :
a). Penisilinase (β-laktamase I)
b). Sefalosporinase (β-laktamase II)
c). Enzim bakteri yang meng inaktivasi kedua antibiotik tsb ((β-laktamase spektrum luas)



l Tetrasiklin adalah golongan antibiotik yang diisolasi dari Streptomyces aureofaciens
l Tetrasiklin yang lebih baru (doksisiklin dan minoksiklin) berbeda dengan anggota yang lebih tua dalam farmakokinetiknya (absorbsi lebih baik dan waktu paruh yang lebih lama)
l Tetrasiklin berupa senyawa kristal berwarna kuning, yang dalam daerah Ph fisiologik sedikit larut dalam air, dapat membentuk garam dengan asam dan garam.

l Kerangka dasarnya adalah oktahidronaftasen yang mengandung satu gugus dimetilamino dan satu gugus karboksamida dan secara khas tersubstitusi dengan fungsi oksigen (gugus OH, enolik, fenolik)
l Tetrasiklin mempunyai lima pusat asimetrik yang dikenal konfigurasi absolutnya.
l Sifat asam diberikan oleh gugus hidroksilenol pada C3 (sebagai bagian gugus asam karboksilat. Dan oleh struktur fenol – diketon (C10 sampai C12)
l Sifat basa diberikan oleh pKa tetrasiklin hidroklorid adalah 3,3 (gugus OH pada C3) 7,7 (struktur fenol – diketon) dan 9,7 (gugus dimetilamino)

l Untuk terapi, tetrasiklin digunakan dalam bentuk hidrokloridnya yang bereaksi dengan asam kuat yang larut dalam air, dan sebagai akibatnya hidrolisis condong untuk mengendap.
l Jenis kerja tetrasiklin adalah bakteriostatik.
l Sistem fenol – diketon menyebabkan dapat membentuk khelat dengan logam bervalensi dua atau lebih (Fe2+, Mg2+, Ca2+, Al3+) kompleks khelat tidak larut dalam air.
l Dengan anion (fosfat dan sitrat) dan zat netral (kafein, polivinil-pirolidon) tetrasiklin membentuk kompleks lemah. Efek ini dimanfaatkan untuk pembuatan sediaan parenteral.
l Epimerisasi pada C4 terjadi pada Ph antara 2 sampai 6 akan memberikan reaksi yang bolak – balik.
l Bergantung pada komposisi larutan bergeser kearah epi.
l Pada ph ≤ 2 tetrasiklin dengan hidroksil pada C6 akan membebaskan air. Dengan aromatisasi akan terbentuk anhidrotetrasiklin.
l Klortetrasiklin adalah labil terhadap basa. Sebagai hasil urai adalah isoklortetrasiklin yang terjadi dengan pembukaan cincin dan kemudian laktonisasi gugus karboksil yang terbentuk pada tahap antara dengan hidroksil pada C6.

PEMBUATAN
l Tetrasiklin yang digunakan dalam terapi diperoleh secara mikrobiologik dari filtrat biak jenis streptomyces atau dengan cara semisintetis. Pembuatan rolitetrasiklin dimulai dari tetrasiklin yang dengan paraformaldehid dan pirolidin akan teraminometilasi.
l Dalam larutan air lambat laun akan terurai menjadi komponen akhir sampai terjadi kesetimbangan.

Farmakologi tetrasiklin
Antibiotik spektrum luas untuk bakteri gram egatif dan positif termasuk riketsia.
Indikasi khas untuk terapi oral jangka waktu lama pada infeksi campur sal pernapasan dan sal empedu.
Bahaya pewarnaan kuning gigi bayi permanen dan tertimbun di tulang, dapat terjadi bila di konsumsi pada kehamilan ke 5 bulan.
Tidak boleh digunakan bersama antasida atau sediaan besi.



Pada tahun 1947 Burkholder mengisolasi suatu galur streptomyces (S.venezuela) pembentuk antibodi, setahun kemudian dari filtrat biaknya dapat diperoleh kloramfenikol kristal.
Kloramfenikol atau D-(-)-treo-2-dikloroasetamido-1-(4-nitrofenil)-1,3-propandiol. Adalah senyawa fenil-propan tersubstitusi.
Kloramfenikol mempunyai dua unsur struktur yang tidak lazim untuk bahan alam, yaitu suatu gugus nitro aromatik dan residu diklor asetil.
Turunan yang gugus hidroksilnya pada C3 terdapat sebagai ester juga digunakan dalam terapi.
Gol. Ini antara lain kloramfenikol-palmitat (asam palmitat = C15H31COOH) dan kloramfenikol hemisuksinat natrium (garam natrium ester hemisuksinat)

Azidamfenikol
Azidamfenikol yang mengandung residu asam azido asetat hanya digunakan lokal dalam bentuk larutan dalam air untuk tetes mata

Biotransformasi kloramfenikol
Metabolit utama kloramfenikol adalah glukuronida nya yang bekerja antibiotik, yang dibuat dihati dan di ekskresikan di ginjal.
Karena pada bayi prematur dan neonatus kemampuan metabolisme hati belum matang sehingga dapat terjadi akumulasi.
Reaksi biotransformasi lain adalah reduksi gugus nitro menjadi amino dan hidrolisis ikatan amida, tapi kurang penting.

Farmakologi Kloramfenikol
Antibiotik spektrum luas dengan cara kerja bakteriostatik.
Indikasi untuk infeksi salmonella (penyebab tifus dan paratifus)
Sebagai antibiotik alternatif karena efek sampingnya dapat merusak sistem pembentukan darah.
Komplikasi paling berbahaya adalah pansitopenia (pengurangan jumlah total sel darah) dan anemia aplastik.


Kerangka dasar linkomisin adalah trans-1-metil-4-propil-L-prolin dan α-metiltioglikosida aminooktosa yaitu linkosamin, yang terikat dengan ikatan amida.
Spektrum kerja antibiotika pada mikroorganisme gram positif dan mikroba anaerob gram negatif.
Digunakan untuk infeksi yang disebabkan oleh stafilokokus, dan mikroba yang resisten terhadap AB β laktam dan eritromisin.
Klindamisin semisintetik, hidroksil pada C7 dengan inversi konfigurasi digantikan oleh klor.


Eritromisin mengandung cincin lakton yang diberinama eritronolid, gula amino D-desosamin, gula netral L-kladinosa.
Antibiotik golongan ini mempunyai ciri cincin lakton makrosiklik 12 anggota sampai 16 anggota, yang terikat secara glikosidik, dengan satu atau dua gula amino.
Kerangka dasar yang lain : gula netral yang terikat langsung pada cincin lakton atau dengan gula amino
Eritromisin sebagai basa sukar larut dalam air, mudah larut dalam etanol dan pelarut organik lain dan berasa pahit.
Pada ph dibawah ph 4 Cepat terurai, maka pemberian secara oral dalam bentuk sediaan diperlambat yang tahan terhadap asam lambung.
Sediaan parenteral digunakan garam yang larut dalam air seperti laktobionat.
Asam laktobionat adalah suatu hasil oksidasi laktosa adalah asam-4-0-β-D-galaktopiranosil-D-glukonat
Reaksi eritromisin dengan asam klorida karboksilat atau anhidrida asam karboksilat hidroksil desosamin teresterkan, dan menghasilkan senyawa lauril sulfat yaitu eritromisinestolat tidak mempunyai rasa pahit yang khas eritromisin.
Makrolida utama adalah eritromisin (eritromisin A),
Termasuk gol makrolid lain adalah spiramisin.

Farmakologi eritromisin
Jenis kerja eritromisin adalah bakteriostatik.
Indikasi untuk infeksi yg disebabkan haemophilus influensa, efek samping kecil.
Penggunaan oral dapat terjadi gangguan GIT ringan.
Spiramisin ekskresi yang tinggi ke dalam saliva, cocok untuk menangani infeksi bakteri di daerah rongga mulut.



Golongan Aminoglikosida :
1. gol. Streptomisin,
2. gol. Neomisin-paramomisin,
3. gol. Kanamisin-gentamisin
Streptomisin untuk membedakan dengan streptomisin lainnya disebut streptomisi A. diperoleh dari streptomyces griseus.
Hanya streptomisin A yang penting untuk terapi.
Sebagai rangka dasar antibiotika aminoglikosida adalah monosakarida, aminomonosakarida (gula amino), dan siklitol basa tersubstitusi (turunan sikloheksan dengan paling kurang tiga gugus hidroksil)
Masing – masing komponen dihubungkan satu sama lain dengan ikatan glikosidik.

Golongan Streptomisin A
l Aglikon streptomisin terdiri dari :
l streptidin, suatu 1,3-diguanidino-2,4,5,6-tetrahidroksisikloheksan yang berkonfigurasi all trans.
l Dua komponen gula yang yang membentuk disakarida streptobiosamin yaitu L-streptosa dan N-Metil-L-2-glukosamin, keduanya terikat pada α glikosidik.

Golongan neomisin-bromomisin
l Kerangka dasar neomisin – paramomisin adalah 2-desoksitretamin yang sebagai aglikon terikat dengan bagian mono dan disakarida
l Neomisin berasal dari streptomyces fradiae yang bagian utamanya adalah neomisin B. neomisin B utama diberinama framisetin.
l Paramomisin diperoleh dari biakan streptomyces rimosus.

Golongan kanamisin – gentamisin.
l Kerangka dasar kanamisin - gentamisin adalah 2-desoksitretamin, tapi terikat dengan dua monosakarida.
l Kanamisin berasal dari streptomyces kanamycetius dan gentamisin, sisomisin dari mikromonospora.
l Ciri khas antibiotik aminoglikosida adalah spektrum kerjanya yang luas.

Farmakologi aminoglikosida
Spektrum luas untuk gram positif dan cara kerja bakterisid.
Indikasi Streptomisin, dicadangkan untuk indikasi khusus yaitu tbc.
Neomisin toksisitas tinggi pada penggunaan sistemik, shg dipakai untuk pemakaian luar infeksi kulit dan selaput mukosa.
Indikasi utama Gentamisin infeksi berat saluran kemih.
Efek samping aminoglikosid secara umum adalah ototoksisitas permanen (gangguan keseimbangan dan pendengaran) karena menyebabkan kerusakan saraf otak ke-8.
Efek samping neurotoksik tergantung dosis dan lama penggunaan.



Antibiotik polieptida dibangun secara siklik.
Polipeptida homomer hanya terdiri dari asam amino.
Polipeptida heteromer mempunyai kerangka lain.
Ikatan homodet, cincin asam amino terikat satu sama lain melalui ikatan amida.
Ikatan heterodet, ikatan tidak hanya ikatan amida tapi ada ikatan lain misal jembatan disulfida.
Tirosidin adalah dekapeptida homomer-homodet basa.
Digunakan untuk terapi adalah golongan tirotrisin di peroleh dari Bacillus brevis.

Gramisidin merupakan pentadekapeptida linier heteromer, yang gugus amino terminalnya terformilasi dan gugus karboksil terminalnya teramidasi dengan etanolamin. Rantainya secara bergantian asam amino L dan D.
Basitrasin adalah dodekapeptida dengan cincin yang dibentuk dari 7 asamn amino. Cincin 2-tiazolin yang terletak pada rantai samping mengandung L-isoleusin dan L-sistein terminal.
Polimiksin adalah dekapeptida heteromer-homodet dan mempunyai cincin heptapeptida.

Farmakologi AB Polipeptida
l Gramisidin dan basitrasin digunakan sbg AB lokal, bekerja thd bakteri gram positif.
l Polimiksin pada pemberian oral tidak diabsorbsi, sehingga digunakan untuk infeksi usus dan digunakan untuk mereduksi kuman didalam usus sebelum pembedahan.



Sulfonamid mengandung bagian sulfanilamido yang tidak tersubstitusi dan 4-amino benzolsulfonil dinamai sulfanilil.
Sulfanilamid, yaitu 4-amino-benzensulfonamida. Bekerja bakteriostatik.
Sulfalen dan sulfadoksin mempunyai paro waktu sangat lama.
Salazosulfapiridin merupakan golongan sulfonamid yang sukar diabsorbsi
Diposkan oleh dinna di 01.28 1 komentar
Beranda
Langgan: Entri (Atom)
Pengikut

Arsip Blog
• ▼ 2009 (2)
o ▼ Juni (2)
 SENYAWA YANG BEKERJA PADA SALURAN RESPIRASI
 KIMIA FARMASI
SENYAWA YANG BEKERJA PADA SALURAN RESPIRASI
GOL. BRONKHOSPASMOLITIKA


Xantin




B2-simpatomimetika



Parasimpatolitika


GOL. EKSPEKTORANSIA



Bromheksin



Asetilsistein



Guaifenisin





Karbosistein

GOL. ANTITUSIVA
Noskapin
Isoaminil
Klobutinol




SENYAWA UNTUK PENANGANAN BRONKHITIS DAN ASMA BRONKHIAL

1. ANTITUSIVA
2. EKSPEKTORANSIA
3. BRONKHOSPASMOLITIKA

OVER VIEW
Bronkhitis kronis dan asma bronkhial adalah penyakit saluran pernapasan, yang disertai oleh penyempitan jalan napas (obstruksi).
Obstruksi dapat disebabkan oleh
1. pembengkakan karena radang mukosa bronkhus,
2. Penyumbatan lendir pembentukan sekret meningkat dan perubahan komposisinya
3. Bronkhokontriksi (bronkhospasme)

Manifestasi :
1. Kekurangan nafas
2. Refleks batuk

Jika pada bronkhitis kronis :
Produksi lendir berlebihan
Batuk kronis
Jika pada asma bronkhial :
Penyakit saluran nafas dengan serangan akut dengan karakteristik ; penyempitan bronkhus dan intensitas kekurangan nafas yang tinggi.

Faktor2 yang menimbulkan bronkhitis kronis :
1. Infeksi virus
2. Rangsangan kimiawi (polusi udara, asap rokok)
3. Infeksi bakteri.

Bronkhitis akut penyebabnya adalah :
1. Virus
2. Komponen penyakit pilek

ANTITUSIVA
Antitusiva adalah penghambat refleks batuk.
Anggota terpenting adalah turunan morfin dan analgetika kuat lainnya.
Yang terpenting adalah kodein
Antitusiva lain deretan morfin atau dihidromorfin ialah etilmorfin, dihidrokodein, hidroodon dan tebakon.
Kerja antitusif diperlihatkan juga oleh noskapin (narkotin alkaloid opium).
Dekstrometorfan yang termasuk golongan senyawa morfinan
Normetadon termasuk golongan metadon.

FARMAKOLOGI
Faktor2 yang menimbulkan batuk, mengakibatkan stimulasi reseptor batuk, yang terletak didaerah perifer (dalam saluran nafas).
Melalui alur sarafi, rangsang diteruskan selanjutnya ke pusat batuk di medula oblongata, sehingga terjadi batuk.

Sehingga batuk dapat dihambat melalui mekanisme perifer dan sentral.

Antitusiv turunan analgetika kuat bekerja dengan mekanisme pada sentral pada pusat batuk.
Proses batuk sebagai refleks pelindung.
Penghambatan oleh antitusiv merupakan masalah pada sekresi bronkhus yang banyak dan disertai dengan batuk. Sehingga di indikasikan untuk batuk kering, kecuali isoamil.
Senyawa golongan ini tidak menyebabkan kecanduan.

EKSPEKTORAN
Adalah senyawa yang memudahkan transport keluar lendir bronkhus.
Senyawa nya adalah :
A. Kalium iodida
B. Ammonium klorida
C. Simplisia tanaman atau kandungannya.
D. Prinsip aktif yang dipertimbangkan ialah minyak atsiri dan saponin.
E. Turunan guaiakol seperti guaifenesin atau gluaiakolgriseroleter yang bekerja sekalgus merelaksasi otot, juga digunakan sebagai ekspektora.
F. Turunan sistein yaitu asetilsistein, N-asetil-L-sistein dan karbosistein, bromheksin merupakan senyawa sintetik
G. Dari bromheksin diturunkan metabolit aktif ambroksol

FARMAKOLOGI EKSPEKTORAN
Ekspektoransia yang bekerja sekretolitik merangsang mukosa lambung, sehingga sekresi bronkhus ditingkatkan, melalui stimulasi vagus.
Hal ini mengakibatkan pembentukan sekret yang encer dan denga demikian mudah dabatukan keluar :
A. Kalium iodida tergolong sekretolitik yang paling kuat, penggunaan luas.
B. Asetilsistein, karbosistein dan bromheksin mengurangi viskositas sekret bronkhus, asetilsistein bekerja berdasarkan reaksi kimia langsung dengan glikoprotein yang terdapat di dalam lendir.
Asetilsistein berdasarkan gugus merkapto nya yang bebas dapat memecahkan jembatan disulfida glikoprotein. Reaksi yang terjadi dapat dirumuskan sebagai berikut (R-SH = asetilsistein)

SINTESA
Untuk pembuatan asetilsistein dimulai dari sistin yang diperoleh dari keratin. Setelah asetilasi dengan asetan hidrida dengan NaOH, senyawa N,N”-diasetilsistin yang terbentuk direduksi dengan seng dalam larutan asam.

BRONKHOSPASMOLITIKA
Senyawa dari berbagai golongan kerja farmakologik digunakan sebagai bronkhospasmolitik :
1. Parasimpatolitika
2. Β2-simpatomimetika tidak langsung
3. Turunan xantin

Yang terpenting dari golongan parasimpatolitika ialah ipratopiumbromida, suatu turunan 2 propil kuarterner dari atropin, yang digunakan lokal sebagai inhalan (obat hirup)

Β2-simpatomometika terbutalin, fenoterol dan salbutamol.
Efedrin simpatomimetika tidak langsung juga bekerja bronkhospasmolitik.

Turunan Xantin adalah aminofilin (garam teopilin dengan etilendiamine perbandingan 2;1)

FARMAKOLOGI
Bronkhospasmolitika mengurangi tonus otot bronkhus yang meninggi dan karena itu merupakan indikasi untuk bronkhitis kronis dan asma bronkhial.
Untuk terapi asma bronkhial yang berlatar belakang alergi dan inflamasi terapinya ; glukokortikoid, antihistamin H1 dan asam kromoglisinat.

KERJA BIOKIMIAWI
Bronkhomotorik dipersarafi oleh parasimpatikus dan simpatikus.
Atropin dan ipratopiumbromida menghambat penyempitan bronkhus.
Sebaliknya β-simpatomimetika menstimulasi dilatasi bronkhus diperantarai oleh c-AMP.
Xantin menaikan konsentrasi c-AMP.
Diposkan oleh dinna di 08.19
KIMIA FARMASI
Berdasarkan struktur kimia, antibiotika dibagi menjadi beberapa golongan yaitu
Gol β laktam
l gol penisilin : penisilin G, Ampisilin, Amoksilin dll
l gol sefalosporin : sefadroksil, sefotaksim, sefriakson dll
Gol tetrasiklin :
l tetrasiklin, oksitetrasiklin, klortetrasiklin dll
Gol aminoglikosid :
l gentamisin, neomisin, streptomisin kanamisin dll.
Gol makrolida :
l eritromisin, spiramisin dll.
Gol linkomisin :
l klindamisin, linkomisin dll.
Gol polipeptida :
l polimiksin A,B,C,D dan E.
Gol kuinolon :
l ofloksasin, ciprofloksasin, asam nalidiksat dll.
Gol sulfonamid dan trimetoprim :
l sufosetamid, sulfodiazin, sulfometoksazol dll.
9. Gol Kloramfenikol
Klasifikasi antibakteri











Gugus β laktam
Terdapat pada antibiotik yaitu
1. Golongan penisilin
2. Golongan sefalosporin

PENISILIN

1. Sistem cincin penisilin merupakan suatu cincin β laktam segi empat dan satu cincin tiazolidin segi lima. Bisiklik yang tidak tersubstitusi diberi nama penam
2. Penisilin tersendiri dapat dianggap suatu turunan asil suatu kerangka dasar umum, asam 6-aminopenisiloat (6-APS) yang tidak mempunyai daya antibiotik. 6-APS menyudut disepanjang poros N-4/C-5 dan menyebabkan 3 pusat kiral (C-3, C-5, C-6)
3. Berdasarkan struktur biogenetiknya 6-APS merupakan dipeptida gabungan sistein dan valin.
4. Benzilpenisilin (penisilin G) adalah salah satu penisilin yang terdapat dialam, dan merupakan antibiotik pertama yang dibuat besar-besaran dengan tekhnik fermentasi, benzilpenisilin atau penisilin G suatu senyawa yang tidak toksik tetapi sangat aktif terhadap sepsis stafilokokus, meningitis, atau gonore
5. Cincin penam adalah suatu dipeptida yang terdiri dari sisteina dan sisa valin. Karena ketegangan segi-4 β-laktam, cincin tersebut mudah pecah oleh higrolisis asam atau alkoholis, dan logam berat seperti Zn,Cu,Pb.
6. Kepekaan penisilin terhadap asam cukup beragam, bergantung pada strukturnya . misalnya fenoksimetilpenisilin lebih tahan terhadap pemutusan dibandingkan dengan benzilpenisilin, oleh karena itu lebih cocok untuk pemakaian oral.
7. Penisilin atau penem ditemukan pada tahun 1929 oleh Sir Alexander Fleming.
8. Penisilin dihasilkan oleh jamur penicillium notatum dan P.chrysogenum.

Mekanisme kerja antibiotik β-laktam :
o Antibiotik gol β-laktam merusak dinding sel bakteri.

Mekanisme pertahanan bakteri :
o Bakteri membentuk enzim β-laktamase (penisilinase) gram positif disekresi ke medium gram negatif tetap didalam sel.
o Jadi organisme gram positif merusak antibiotik dengan cepat.
o Muncul galur bakteri tahan β-laktam.

Turunan Penisilin
Fenoksimetilpenisilin (penisilin V), penisilin semisintetik dibuat dengan cara fermentasi.
Propisilin termasuk fenoksipenisilin, penisilin semisintetik, turunan asam R,S-2-fenoksibutirat 6-APS.
Diklosasilin termasuk isoksazolinpenisilin.
Ampisilin, amoksilin, pivampisilin turunan ion zwitter asam R-2-amino-2-aminobenzil penisilin
Karbenesilin adalah α-karboksibenzil-penisilin, yang dibangun dari R,S-2-fenilmalonat dan 6-APS.
Sefaleksin dan sefaklor mempunyai rantai samping fenilglisin, seperti pada ampisilin.
Keaktifan sefalosporin C hanya seperseribu keaktifan benzilpenisilin, sehingga pemakaiannya terbatas.
Tahan terhadap hidrolisis enzim dan menjadi pekat dalam saluran kemih sehingga berguna untuk infeksi saluran kemih yang disebabkan organisme gram negatif.
Sefalotin banyak dipakai, spektrum luas, dan tahan laktamase.
Sefaleksin (analog ampisilin) aktif secara oral, stabil terhadap asam.
Sefotaksim dan moksalaktam sangat aktif terhadap meningitis.

Hubungan struktur aktivitas
Aktivitas antibakteri penisilin dan sefalosporin bergantung pada keutuhan cincin penam dan 3-sefem.
Terbukanya cincin β laktam mengakibatkan seluruh aktivitas hilang.
Kestabilan terhadap asam dan β laktamase tergantung pada struktur.
Meningkatnya kestabilan terhadap asam karena : adana gugus yang menarik elektron diposisi α ke gugus amida rantai samping.
Inaktivasi oleh β laktamase khususnya lebih sulit pada penisilin yang punya residu asil (umpamanya dikloksasilin) karena hambatan keruangan.

Farmakologi
l Terapi praktis penggolongan antibiotik β-laktam, berdasarkan :
a). Spektrum kerja
b). Kestabilan terhadap asam
c). Kestabilan terhadap β-laktamase
d). β-laktamase adalah enzim bakteri yang mempengaruhi hidrolisis cincin β-laktam penisilin dan sefalosporin.
l Resistensi bakteri shg mengakibatkan inaktivasi antibiotik, substrat tempat sergapnya dinamakan :
a). Penisilinase (β-laktamase I)
b). Sefalosporinase (β-laktamase II)
c). Enzim bakteri yang meng inaktivasi kedua antibiotik tsb ((β-laktamase spektrum luas)



l Tetrasiklin adalah golongan antibiotik yang diisolasi dari Streptomyces aureofaciens
l Tetrasiklin yang lebih baru (doksisiklin dan minoksiklin) berbeda dengan anggota yang lebih tua dalam farmakokinetiknya (absorbsi lebih baik dan waktu paruh yang lebih lama)
l Tetrasiklin berupa senyawa kristal berwarna kuning, yang dalam daerah Ph fisiologik sedikit larut dalam air, dapat membentuk garam dengan asam dan garam.

l Kerangka dasarnya adalah oktahidronaftasen yang mengandung satu gugus dimetilamino dan satu gugus karboksamida dan secara khas tersubstitusi dengan fungsi oksigen (gugus OH, enolik, fenolik)
l Tetrasiklin mempunyai lima pusat asimetrik yang dikenal konfigurasi absolutnya.
l Sifat asam diberikan oleh gugus hidroksilenol pada C3 (sebagai bagian gugus asam karboksilat. Dan oleh struktur fenol – diketon (C10 sampai C12)
l Sifat basa diberikan oleh pKa tetrasiklin hidroklorid adalah 3,3 (gugus OH pada C3) 7,7 (struktur fenol – diketon) dan 9,7 (gugus dimetilamino)

l Untuk terapi, tetrasiklin digunakan dalam bentuk hidrokloridnya yang bereaksi dengan asam kuat yang larut dalam air, dan sebagai akibatnya hidrolisis condong untuk mengendap.
l Jenis kerja tetrasiklin adalah bakteriostatik.
l Sistem fenol – diketon menyebabkan dapat membentuk khelat dengan logam bervalensi dua atau lebih (Fe2+, Mg2+, Ca2+, Al3+) kompleks khelat tidak larut dalam air.
l Dengan anion (fosfat dan sitrat) dan zat netral (kafein, polivinil-pirolidon) tetrasiklin membentuk kompleks lemah. Efek ini dimanfaatkan untuk pembuatan sediaan parenteral.
l Epimerisasi pada C4 terjadi pada Ph antara 2 sampai 6 akan memberikan reaksi yang bolak – balik.
l Bergantung pada komposisi larutan bergeser kearah epi.
l Pada ph ≤ 2 tetrasiklin dengan hidroksil pada C6 akan membebaskan air. Dengan aromatisasi akan terbentuk anhidrotetrasiklin.
l Klortetrasiklin adalah labil terhadap basa. Sebagai hasil urai adalah isoklortetrasiklin yang terjadi dengan pembukaan cincin dan kemudian laktonisasi gugus karboksil yang terbentuk pada tahap antara dengan hidroksil pada C6.

PEMBUATAN
l Tetrasiklin yang digunakan dalam terapi diperoleh secara mikrobiologik dari filtrat biak jenis streptomyces atau dengan cara semisintetis. Pembuatan rolitetrasiklin dimulai dari tetrasiklin yang dengan paraformaldehid dan pirolidin akan teraminometilasi.
l Dalam larutan air lambat laun akan terurai menjadi komponen akhir sampai terjadi kesetimbangan.

Farmakologi tetrasiklin
Antibiotik spektrum luas untuk bakteri gram egatif dan positif termasuk riketsia.
Indikasi khas untuk terapi oral jangka waktu lama pada infeksi campur sal pernapasan dan sal empedu.
Bahaya pewarnaan kuning gigi bayi permanen dan tertimbun di tulang, dapat terjadi bila di konsumsi pada kehamilan ke 5 bulan.
Tidak boleh digunakan bersama antasida atau sediaan besi.



Pada tahun 1947 Burkholder mengisolasi suatu galur streptomyces (S.venezuela) pembentuk antibodi, setahun kemudian dari filtrat biaknya dapat diperoleh kloramfenikol kristal.
Kloramfenikol atau D-(-)-treo-2-dikloroasetamido-1-(4-nitrofenil)-1,3-propandiol. Adalah senyawa fenil-propan tersubstitusi.
Kloramfenikol mempunyai dua unsur struktur yang tidak lazim untuk bahan alam, yaitu suatu gugus nitro aromatik dan residu diklor asetil.
Turunan yang gugus hidroksilnya pada C3 terdapat sebagai ester juga digunakan dalam terapi.
Gol. Ini antara lain kloramfenikol-palmitat (asam palmitat = C15H31COOH) dan kloramfenikol hemisuksinat natrium (garam natrium ester hemisuksinat)

Azidamfenikol
Azidamfenikol yang mengandung residu asam azido asetat hanya digunakan lokal dalam bentuk larutan dalam air untuk tetes mata

Biotransformasi kloramfenikol
Metabolit utama kloramfenikol adalah glukuronida nya yang bekerja antibiotik, yang dibuat dihati dan di ekskresikan di ginjal.
Karena pada bayi prematur dan neonatus kemampuan metabolisme hati belum matang sehingga dapat terjadi akumulasi.
Reaksi biotransformasi lain adalah reduksi gugus nitro menjadi amino dan hidrolisis ikatan amida, tapi kurang penting.

Farmakologi Kloramfenikol
Antibiotik spektrum luas dengan cara kerja bakteriostatik.
Indikasi untuk infeksi salmonella (penyebab tifus dan paratifus)
Sebagai antibiotik alternatif karena efek sampingnya dapat merusak sistem pembentukan darah.
Komplikasi paling berbahaya adalah pansitopenia (pengurangan jumlah total sel darah) dan anemia aplastik.


Kerangka dasar linkomisin adalah trans-1-metil-4-propil-L-prolin dan α-metiltioglikosida aminooktosa yaitu linkosamin, yang terikat dengan ikatan amida.
Spektrum kerja antibiotika pada mikroorganisme gram positif dan mikroba anaerob gram negatif.
Digunakan untuk infeksi yang disebabkan oleh stafilokokus, dan mikroba yang resisten terhadap AB β laktam dan eritromisin.
Klindamisin semisintetik, hidroksil pada C7 dengan inversi konfigurasi digantikan oleh klor.


Eritromisin mengandung cincin lakton yang diberinama eritronolid, gula amino D-desosamin, gula netral L-kladinosa.
Antibiotik golongan ini mempunyai ciri cincin lakton makrosiklik 12 anggota sampai 16 anggota, yang terikat secara glikosidik, dengan satu atau dua gula amino.
Kerangka dasar yang lain : gula netral yang terikat langsung pada cincin lakton atau dengan gula amino
Eritromisin sebagai basa sukar larut dalam air, mudah larut dalam etanol dan pelarut organik lain dan berasa pahit.
Pada ph dibawah ph 4 Cepat terurai, maka pemberian secara oral dalam bentuk sediaan diperlambat yang tahan terhadap asam lambung.
Sediaan parenteral digunakan garam yang larut dalam air seperti laktobionat.
Asam laktobionat adalah suatu hasil oksidasi laktosa adalah asam-4-0-β-D-galaktopiranosil-D-glukonat
Reaksi eritromisin dengan asam klorida karboksilat atau anhidrida asam karboksilat hidroksil desosamin teresterkan, dan menghasilkan senyawa lauril sulfat yaitu eritromisinestolat tidak mempunyai rasa pahit yang khas eritromisin.
Makrolida utama adalah eritromisin (eritromisin A),
Termasuk gol makrolid lain adalah spiramisin.

Farmakologi eritromisin
Jenis kerja eritromisin adalah bakteriostatik.
Indikasi untuk infeksi yg disebabkan haemophilus influensa, efek samping kecil.
Penggunaan oral dapat terjadi gangguan GIT ringan.
Spiramisin ekskresi yang tinggi ke dalam saliva, cocok untuk menangani infeksi bakteri di daerah rongga mulut.



Golongan Aminoglikosida :
1. gol. Streptomisin,
2. gol. Neomisin-paramomisin,
3. gol. Kanamisin-gentamisin
Streptomisin untuk membedakan dengan streptomisin lainnya disebut streptomisi A. diperoleh dari streptomyces griseus.
Hanya streptomisin A yang penting untuk terapi.
Sebagai rangka dasar antibiotika aminoglikosida adalah monosakarida, aminomonosakarida (gula amino), dan siklitol basa tersubstitusi (turunan sikloheksan dengan paling kurang tiga gugus hidroksil)
Masing – masing komponen dihubungkan satu sama lain dengan ikatan glikosidik.

Golongan Streptomisin A
l Aglikon streptomisin terdiri dari :
l streptidin, suatu 1,3-diguanidino-2,4,5,6-tetrahidroksisikloheksan yang berkonfigurasi all trans.
l Dua komponen gula yang yang membentuk disakarida streptobiosamin yaitu L-streptosa dan N-Metil-L-2-glukosamin, keduanya terikat pada α glikosidik.

Golongan neomisin-bromomisin
l Kerangka dasar neomisin – paramomisin adalah 2-desoksitretamin yang sebagai aglikon terikat dengan bagian mono dan disakarida
l Neomisin berasal dari streptomyces fradiae yang bagian utamanya adalah neomisin B. neomisin B utama diberinama framisetin.
l Paramomisin diperoleh dari biakan streptomyces rimosus.

Golongan kanamisin – gentamisin.
l Kerangka dasar kanamisin - gentamisin adalah 2-desoksitretamin, tapi terikat dengan dua monosakarida.
l Kanamisin berasal dari streptomyces kanamycetius dan gentamisin, sisomisin dari mikromonospora.
l Ciri khas antibiotik aminoglikosida adalah spektrum kerjanya yang luas.

Farmakologi aminoglikosida
Spektrum luas untuk gram positif dan cara kerja bakterisid.
Indikasi Streptomisin, dicadangkan untuk indikasi khusus yaitu tbc.
Neomisin toksisitas tinggi pada penggunaan sistemik, shg dipakai untuk pemakaian luar infeksi kulit dan selaput mukosa.
Indikasi utama Gentamisin infeksi berat saluran kemih.
Efek samping aminoglikosid secara umum adalah ototoksisitas permanen (gangguan keseimbangan dan pendengaran) karena menyebabkan kerusakan saraf otak ke-8.
Efek samping neurotoksik tergantung dosis dan lama penggunaan.



Antibiotik polieptida dibangun secara siklik.
Polipeptida homomer hanya terdiri dari asam amino.
Polipeptida heteromer mempunyai kerangka lain.
Ikatan homodet, cincin asam amino terikat satu sama lain melalui ikatan amida.
Ikatan heterodet, ikatan tidak hanya ikatan amida tapi ada ikatan lain misal jembatan disulfida.
Tirosidin adalah dekapeptida homomer-homodet basa.
Digunakan untuk terapi adalah golongan tirotrisin di peroleh dari Bacillus brevis.

Gramisidin merupakan pentadekapeptida linier heteromer, yang gugus amino terminalnya terformilasi dan gugus karboksil terminalnya teramidasi dengan etanolamin. Rantainya secara bergantian asam amino L dan D.
Basitrasin adalah dodekapeptida dengan cincin yang dibentuk dari 7 asamn amino. Cincin 2-tiazolin yang terletak pada rantai samping mengandung L-isoleusin dan L-sistein terminal.
Polimiksin adalah dekapeptida heteromer-homodet dan mempunyai cincin heptapeptida.

Farmakologi AB Polipeptida
l Gramisidin dan basitrasin digunakan sbg AB lokal, bekerja thd bakteri gram positif.
l Polimiksin pada pemberian oral tidak diabsorbsi, sehingga digunakan untuk infeksi usus dan digunakan untuk mereduksi kuman didalam usus sebelum pembedahan.



Sulfonamid mengandung bagian sulfanilamido yang tidak tersubstitusi dan 4-amino benzolsulfonil dinamai sulfanilil.
Sulfanilamid, yaitu 4-amino-benzensulfonamida. Bekerja bakteriostatik.
Sulfalen dan sulfadoksin mempunyai paro waktu sangat lama.
Salazosulfapiridin merupakan golongan sulfonamid yang sukar diabsorbsi
Diposkan oleh dinna di 01.28


15 Oktober 2010
Persyaratan air bersih secara fisik,kimia,dan mikrobiologi.
oleh S. Hamdani
1. Syarat fisik, antara lain:
a. Air harus bersih dan tidak keruh
b. Tidak berwarna apapun
c. Tidak berasa apapun
d. Tidak berbau apaun
e. Suhu antara 10-25 C (sejuk)
f. Tidak meninggalkan endapan
2. Syarat kimiawi, antara lain:
Baca selanjutnya…
• Bagikan artikel ini melalui :
• Email
• Cetak
• Facebook

• Share

Tinggalkan sebuah Komentar
14 Oktober 2010
Kandungan Air Zamzam
oleh S. Hamdani
Kandungan kalsium dan magnesium air zam-zam apabila dibandingkan dengan air konsumsi yang biasa kita minum relatif jauh lebih tinggi. Kalsium di dalam tubuh berfungsi dalam pembentukan tulang dan gigi. Selain itu juga berperan penting di dalam reaksi pembekuan darah, di mana reaksi ini sangat diperlukan selama proses penutupan luka dan penghentian aliran darah saat terjadi luka. Manfaat kalsium yang lain adalah sebagai media untuk terjadinya respon hormonal dan juga berfungsi sebagai salah satu katalisator kerja enzim.
Baca selanjutnya…
• Bagikan artikel ini melalui :
• Email
• Cetak
• Facebook

• Share

Tinggalkan sebuah Komentar
28 September 2010
Basa
oleh S. Hamdani
Secara kimia, kita dapat mengidentifikasikan basa sebagai senyawa yang
menghasilkan ion hidroksida (OH-) ketika larut dalam pelarut air. Perhatikanlah
bahwa rumus senyawa basa selalu memiliki gugus OH (kecuali untuk
ammonium hidroksida). Adanya gugus OH inilah yang menyebabkan senyawa
basa memiliki sifat – sifat khas sebagai suatu basa.
1. Sifat Basa
Seperti halnya asam, basa pun memiliki beberapa sifat yang dapat kita gunakan untuk pengidentifikasian. Beberapa sifat basa berikut ini.
a. Pahit dan Terasa Licin di Kulit
Rasa licin pada sabun disebabkan oleh basa yang terdapat pada sabun tersebut. Basa pembuat sabun adalah natrium hidroksida. Selain terasa licin, basa pun memiliki rasa yang pahit. Basa kuat dapat menyebabkan kulit teriritasi dan terbakar.
Baca selanjutnya…
• Bagikan artikel ini melalui :
• Email
• Cetak
• Facebook

• Share

2 Komentar
28 September 2010
Asam
oleh S. Hamdani
Kata asam berasal dari bahasa Latin, yaitu acidus yang berarti masam. Secara kimia, kita dapat mendefinisikan asam sebagai senyawa yang menghasilkan ion hidrogen ketika larut dalam pelarut (biasanya air). Senyawa asam banyak kita temukan dalam kehidupan sehari – hari, seperti pada makanan dan minuman. Selain itu, senyawa asam dapat pula kita temukan di dalam lambung. Di dalam lambung terdapat asam klorida yang berfungsi membunuh kuman.
Terdapat tiga definisi asam yang umum diterima dalam kimia, yaitu definisi Arrhenius, Brønsted-Lowry, dan Lewis.
Baca selanjutnya…
• Bagikan artikel ini melalui :
• Email
• Cetak
• Facebook

• Share

1 Komentar
27 September 2010
Indikator
oleh S. Hamdani
Indikator adalah suatu senyawa kompleks yang dapat bereaksi dengan asam dan basa. Dengan indikator, kita dapat mengetahui suatu zat bersifat asam dan basa. Indikator juga dapat digunakan untuk mengetahui tingkat kekuatan suatu asam atau basa. Beberapa indikator terbuat dari zat warna alami tanaman, tetapi ada juga beberapa indikator yang dibuat secara sintesis di laboratorium. Indikator yang sering tersedia di laboratorium adalah kertas lakmus karena praktis dan harganya murah.
Baca selanjutnya…
• Bagikan artikel ini melalui :
• Email
• Cetak
• Facebook

• Share

Tinggalkan sebuah Komentar
21 September 2010
SISTEM PERIODIK UNSUR
oleh S. Hamdani
.
letak suatu unsur pada sistem periodik menentukan sifat periodik unsurnya,Sifat-sifat tersebut berubah dan berulang secara periodik sesuai dengan perubahan nomor atom dan konfigurasi elektron.
1. JARI-JARI ATOM
yaitu jarak elektron terluar ke inti atom dan menunjukan besar-kecilnya ukuran suatu atom. Jari-jari atom sukar diukur sehingga pengukuran jari-jari atom dilakukan dengan cara mengukur jarak inti antar dua atom yang berikatan sesamanya.
*
Baca selanjutnya…
• Bagikan artikel ini melalui :
• Email
• Cetak
• Facebook

• Share

Tinggalkan sebuah Komentar
17 September 2010
Koloid
oleh S. Hamdani
Dalam kehidupan sehari-hari ini, sering kita temui beberapa produk yang merupakan campuran dari beberapa zat, tetapi zat tersebut dapat bercampur secara merata/ homogen. Misalnya saja saat ibu membuatkan susu untuk adik, serbuk/ tepung susu bercampur secara merata dengan air panas. Ini merupakan salah satu contoh koloid .
Pengertian koloid
Koloid adalah suatu campuran zat heterogen (dua fase) antara dua zat atau lebih di mana partikel-partikel zat yang berukuran koloid (fase terdispersi/yang dipecah) tersebar secara merata di dalam zat lain. Dimana Baca selanjutnya…
• Bagikan artikel ini melalui :
• Email
• Cetak
• Facebook

• Share

Tags
air, kualitas air, syarat air bersih
Persyaratan air bersih secara fisik,kimia,dan mikrobiologi.
oleh S. Hamdani pada 15 Oktober 2010
1. Syarat fisik, antara lain:
a. Air harus bersih dan tidak keruh
b. Tidak berwarna apapun
c. Tidak berasa apapun
d. Tidak berbau apaun
e. Suhu antara 10-25 C (sejuk)
f. Tidak meninggalkan endapan
2. Syarat kimiawi, antara lain:
a. Tidak mengandung bahan kimiawi yang mengandung racun
b. Tidak mengandung zat-zat kimiawi yang berlebihan
c. Cukup yodium
d. pH air antara 6,5 – 9,2
3. Syarat mikrobiologi, antara lain:
Tidak mengandung kuman-kuman penyakit seperti disentri, tipus, kolera, dan bakteri patogen penyebab penyakit.
Seperti kita ketahui jika standar mutu air sudah diatas standar atau sesuai dengan standar tersebut maka yang terjadi adalah akan menentukan besar kecilnya investasi dalam pengadaan air bersih tersebut, baik instalasi penjernihan air dan biaya operasi serta pemeliharaannya. Sehingga semakin jelek kualitas air semakin berat beban masyarakat untuk membayar harga jual air bersih. Dalam penyediaan air bersih yang layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat banyak mengutip Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 173/Men.Kes/Per/VII/1977, penyediaan air harus memenuhi kuantitas dan kualitas, yaitu:
a. Aman dan higienis.
b. Baik dan layak minum.
c. Tersedia dalam jumlah yang cukup.
d. Harganya relatif murah atau terjangkau oleh sebagian besar masyarakat
Parameter yang ada digunakan untuk metode dalam proses perlakuan, operasi dan biaya. Parameter air yang penting ialah parameter fisik, kimia, biologis dan radiologis yaitu sebagai berikut:
Parameter Air Bersih secara Fisika
1. Kekeruhan
2. Warna
3. Rasa & bau
4. Endapan
5. Temperatur
Parameter Air Bersih secara Kimia
1. Organik, antara lain: karbohidrat, minyak/ lemak/gemuk, pestisida, fenol, protein, deterjen, dll.
2. Anorganik, antara lain: kesadahan, klorida, logam berat, nitrogen, pH, fosfor,belerang, bahan-bahan beracun.
3. Gas-gas, antara lain: hidrogen sulfida, metan, oksigen.
Parameter Air Bersih secara Biologi
1. Bakteri
2. Binatang
3. Tumbuh-tumbuhan
4. Protista
5. Virus
Parameter Air Bersih secara Radiologi
1. Konduktivitas atau daya hantar
2. Pesistivitas
3. PTT atau TDS (Kemampuan air bersih untuk menghantarkan arus listrik)

disusun oleh:
Anitha Setiady & Tika Nurmayanti Farmasi A – UNISBA
air
Kandungan Air Zamzam
oleh S. Hamdani pada 14 Oktober 2010
Kandungan kalsium dan magnesium air zam-zam apabila dibandingkan dengan air konsumsi yang biasa kita minum relatif jauh lebih tinggi. Kalsium di dalam tubuh berfungsi dalam pembentukan tulang dan gigi. Selain itu juga berperan penting di dalam reaksi pembekuan darah, di mana reaksi ini sangat diperlukan selama proses penutupan luka dan penghentian aliran darah saat terjadi luka. Manfaat kalsium yang lain adalah sebagai media untuk terjadinya respon hormonal dan juga berfungsi sebagai salah satu katalisator kerja enzim.
Untuk ibu hamil dan menyusui, keberadaan kalsium dalam nutrient yang dikonsumsi sangat membantu pembentukan otak, tulang serta sel-sel darah merah di dalam tubuh janin yang dikandungnya. Kalsium juga memiliki peran yang sangat besar untuk menurunkan tekanan darah, serta memiliki kemampuan mengikat kolesterol. Sehingga diet yang mengandung kalsium sangat menguntungkan.
Adapun magnesium merupakan mineral prima pengikat ion fosfat di dalam tubuh. Mineral magnesium yang berikatan dengan fosfat ini berperan di dalam proses metabolisme yang menghasilkan tenaga. Kebutuhan akan magnesium di dalam tubuh individu berkisar antara 300 sampai 450 mg/hari. Kekurangan magnesium dapat menimbulkan terjadinya kelelahan yang bersifat kronis, kekurangan energi, menurunnya respon imun baik seluler maupun humoral di mana respon imun tersebut sangat utama di dalam perlindungan tubuh terhadap penyakit, akibat luas dari kekurangan magnesium terhadap tubuh adalah kerentanan tubuh terhadap serangan penyakit. Selain itu defisiensi magnesium juga dapat memicu terjadinya stres.
Ion fluor merupakan salah satu ion penting yang mempunyai peranan sebagai antibiotik. Oleh karena itu sebagian besar produk pasta gigi mengedepankan adanya kandungan fluorida di dalam kemasannya yang difungsikan untuk menangkis timbunan bakteri penyebab plak gigi.
Air zam-zam yang terbukti mempunyai kandungan fluorida yang cukup tinggi sudah pula diteliti kemampuannya menekan pertumbuhan koloni bakteri yang sengaja dibiakkan pada media penumbuh bakteri. Kerja fluorida sebagai antimikroba ini didasari oleh kemampuan senyawa ini di dalam menghambat kerja enolase, yaitu suatu enzim glikolitik yang mengubah 2-fosfogliserat menjadi fosfoenolpiruvat. Enzim ini merupakan enzim yang berperan di dalam metabolisme pertumbuhan mikroba secara umum. Berdasarkan berbagai pembuktian-pembuktian tersebut di atas, menunjukkan bahwa betapa besarnya manfaat air zam-zam bagi kesehatan tubuh kita. Selain mengandung beberapa mineral penting bagi tubuh, zam-zam juga bersifat steril dengan adanya kandungan fluorida yang memiliki sifat antimikroba dalam jumlah yang proporsional serta tidak memberikan dampak meracuni bagi tubuh.
disusun oleh:
Anitha Setiady & Tika Nurmayanti Farmasi A – UNISBA
Basa
oleh S. Hamdani pada 28 September 2010
Secara kimia, kita dapat mengidentifikasikan basa sebagai senyawa yang
menghasilkan ion hidroksida (OH-) ketika larut dalam pelarut air. Perhatikanlah
bahwa rumus senyawa basa selalu memiliki gugus OH (kecuali untuk
ammonium hidroksida). Adanya gugus OH inilah yang menyebabkan senyawa
basa memiliki sifat – sifat khas sebagai suatu basa.
1. Sifat Basa
Seperti halnya asam, basa pun memiliki beberapa sifat yang dapat kita gunakan untuk pengidentifikasian. Beberapa sifat basa berikut ini.
a. Pahit dan Terasa Licin di Kulit
Rasa licin pada sabun disebabkan oleh basa yang terdapat pada sabun tersebut. Basa pembuat sabun adalah natrium hidroksida. Selain terasa licin, basa pun memiliki rasa yang pahit. Basa kuat dapat menyebabkan kulit teriritasi dan terbakar.
b. Mengubah Warna Indikator
Seperti halnya asam, larutan basa pun akan bereaksi dengan indikator sehingga dapat mengubah warna indiator tersebut. Basa akan mengubah warna kertas lakmus merah menjadi biru, sedangkan lakmus biru akan tetap berwarna biru.
c. Menghantarkan Arus Listrik
Seperti halnya asam, senyawa basa pun merupakan penghantar listrik yang baik, khususnya basa kuat. Basa kuat mudah terionisasi dalam air.
d. Menetralkan Sifat Asam
Salah satu sifat basa adalah meniadakan atau menghilangkan sifat suatu asam yang direaksikan dengan basa tersebut. Asam yang kita miliki akan berkurang sifat keasamannya, bahkan dapat berubah menjadi tidak asam. Apabila basa direaksikan dengan asam, maka akan membentuk garam dan air. Reaksi itu disebut dengan reaksi penetralan (netralisasi). Sebagai contohnya adalah kalsium hidroksida direaksikan
dengan asam sulfat akan membentuk kalsium sulfat dan air.
Reaksi :
Kalsium Hidroksida + Asam Sulfat Kalsium Sulfat + Air
Ca(OH)2 (aq) + H2SO4 (aq) CaSO4 (aq) + 2H2O (l)
Selain itu contoh lain tanah gambut sebelum ditanami terlebih dahulu diberi kapur. Kapur merupakan salah satu contoh dari basa yang dapat mengurangi tingkat keasaman tanah. Tablet obat sakit mag terbuat dari basa magnesium hidroksida, ini dikarenakan konsentrasi asam lambung yang terlalu tinggi dapat dikurangi dengan memakan obat sakit mag. Jadi, pada dasarnya konsentrasi asam pada suatu zat
dapat kita kurangi dengan cara menambahkan suatu basa ke dalamnya.
Selain karena kemampuan basa yang dapat menetralkan asam, basa pun memiliki kemampuan untuk melarutkan minyak dan debu sehingga basa digunakan untuk berbagai keperluan. Sebagai contoh, pembersih alat dapur yang ada di pasaran mengandung natrium hidroksida yang berfungsi membersihkan noda minyak atau mentega. Pembersih lantai mengandung ammonia yang dapat membersihkan
debu.
2. Kekuatan Basa
Seperti halnya asam, basa pun dapat dibagi menjadi basa lemah dan basa kuat. Kekuatan basa sangat bergantung pada kemampuan basa tersebut melepaskan ion OH- dalam larutan dan konsentrasi larutan basa tersebut. Basa kuat bersifat korosif. Contoh senyawa yang tergolong basa kuat adalah natrium hidroksida (NaOH), kalium hidroksida (KOH), dan kalsium hidroksida (Ca(OH)2), sedangkan ammonia (NH3) tergolong sebagai
basa lemah. Kaustik merupakan istilah yang digunakan untuk basa kuat.
3. Peranan Basa dalam Kehidupan
Basa dapat dengan mudah kita temukan, baik itu di rumah maupun di industri. Ketika kita membuat rumah, kita menggunakan semen. Semen dibuat dari basa kalsium hidroksida. Basa pun dapat kita temukan pada aneka bahan pembersih dan ketika membuat kue. Pada saat membuat kue, kita sering menambahkan baking soda agar kue yang kita buat mengembang. Baking soda merupakan suatu basa.
C. Sifat Keasaman dan Kebasaan suatu Zat
Apabila kita memiliki beberapa zat dan kita tidak mengetahui zat tersebut termasuk asam atau basa, selain dari tes organoleptis yaitu dari rasa, warna, bau, bentuk, tes pirolisis (pemijaran) dapat juga mengetahuinya dari skala pH nya. Skala pH (power of hydrogen) berkisar dari 10 sampai 14. Nilai 7 menunjukkan suatu zat bersifat netral (tidak asam-tidak basa). Suatu asam memiliki nilai pH yang lebih kecil dari 7. Semakin nilai pH mendekati angka 0, maka tingkat keasamannya semakin kuat, sedangkan jika nilai pH suatu zat mendekati 7, maka tingkat keasamannya semakin lemah (berkurang). Senyawa basa memiliki nilai pH yang lebih besar dari 7. Semakin nilai pH mendekati nilai 14, tingkat kebasaannya semakin kuat.
Serry Seftiana
STFI
Asam
oleh S. Hamdani pada 28 September 2010
Kata asam berasal dari bahasa Latin, yaitu acidus yang berarti masam. Secara kimia, kita dapat mendefinisikan asam sebagai senyawa yang menghasilkan ion hidrogen ketika larut dalam pelarut (biasanya air). Senyawa asam banyak kita temukan dalam kehidupan sehari – hari, seperti pada makanan dan minuman. Selain itu, senyawa asam dapat pula kita temukan di dalam lambung. Di dalam lambung terdapat asam klorida yang berfungsi membunuh kuman.
Terdapat tiga definisi asam yang umum diterima dalam kimia, yaitu definisi Arrhenius, Brønsted-Lowry, dan Lewis.
• Arrhenius: Menurut definisi ini, asam adalah suatu zat yang meningkatkan konsentrasi ion hidronium (H3O+) ketika dilarutkan dalam air. Definisi yang pertama kali dikemukakan oleh Svante Arrhenius ini membatasi asam dan basa untuk zat-zat yang dapat larut dalam air.
• Brønsted-Lowry: Menurut definisi ini, asam adalah pemberi proton kepada basa. Asam dan basa bersangkutan disebut sebagai pasangan asam-basa konjugat. Brønsted dan Lowry secara terpisah mengemukakan definisi ini, yang mencakup zat-zat yang tak larut dalam air (tidak seperti pada definisi Arrhenius).
• Lewis: Menurut definisi ini, asam adalah penerima pasangan elektron dari basa. Definisi yang dikemukakan oleh Gilbert N. Lewis ini dapat mencakup asam yang tak mengandung hidrogen atau proton yang dapat dipindahkan, seperti besi(III) klorida. Definisi Lewis dapat pula dijelaskan dengan teori orbital molekul. Secara umum, suatu asam dapat menerima pasangan elektron pada orbital kosongnya yang paling rendah (LUMO) dari orbital terisi yang tertinggi (HOMO) dari suatu basa. Jadi, HOMO dari basa dan LUMO dari asam bergabung membentuk orbital molekul ikatan.
Walaupun bukan merupakan teori yang paling luas cakupannya, definisi Brønsted-Lowry merupakan definisi yang paling umum digunakan. Dalam definisi ini, keasaman suatu senyawa ditentukan oleh kestabilan ion hidronium dan basa konjugat terlarutnya ketika senyawa tersebut telah memberi proton ke dalam larutan tempat asam itu berada. Stabilitas basa konjugat yang lebih tinggi menunjukkan keasaman senyawa bersangkutan yang lebih tinggi.
1. Sifat Asam
Bagaimanakah cara kita untuk mengetahui suatu zat bersifat asam atau tidak? Untuk mengetahuinya, dapat dilihat dari sifat yang dimiliki oleh asam tersebut. Berikut ini akan dibahas beberapa mengenai sifat asam.
a. Rasa Asam
Asam akan terasa masam bila dilarutkan didalam air. Selain itu contoh lain yaitu cuka, cuka sering kita gunakan sebagai penambah rasa kecut pada makanan. Cuka merupakan salah satu asam yang kita kenal dalam kehidupan sehari – hari. Nama cuka dalam ilmu kimia adalah asam asetat (asam etanoat).
b. Mengubah Warna Indikator
Selain rasa asam yang kecut, sifat asam yang lain dapat mengubah warna beberapa zat alami ataupun buatan. Sifat inilah yang selanjutnya akan digunakan untuk mengidentifikasikan sifat asam dari beberapa senyawa asam. Dengan menggunakan indikator. Indikator yang sering digunakan adalah kertas lakmus biru menjadi merah, sedangkan kertas lakmus merah akan tetap berwarna merah.
c. Menghantarkan Arus Listrik
Asam juga dapat menghantarkan arus listrik. Hal itu dikarenakan karena asam dapat melepaskan ion – ion dalam larutannya yang mampu menghantarkan arus listrik. Asam kuat merupakan elektrolit yang baik. Semakin kuat suatu asam, akan semakin baik pula daya hantar listriknya. (memiliki sifat elektrolit yang baik). Contohnya adalah asam
sulfat yang terdapat pada aki mobil.
d. Bereaksi dengan Logam Menghasilkan Gas Hidrogen
Asam juga bereaksi dengan beberapa jenis logam dan menghasilkan gas hidrogen. Logam magnesium, besi, tembaga dan seng merupakan contoh logam yang dapat bereaksi dengan asam sehingga menghasilkan gas hydrogen dan senyawa garam.
2. Kekuatan Asam
Berdasarkan sifat kuat lemahnya asam, kita mengenal adanya asam kuat dan asam lemah. Kuat lemahnya suatu asam ditentukan oleh jumlah ion hydrogen yang terionisasi dalam larutan. Asam kuat adalah asam yang banyak menghasilkan air dalam larutannya (asam yang terionisasi sempurna dalam larutannya), sedangkan asam lemah adalah asam yang sedikit menghasilkan ion dalam larutannya (terionisasi sebagian dalam larutan). Konsentrasi larutan berkaitan dengan banyaknya zat yang terlarut dalam suatu volume pelarut tertentu. Semakin banyak zat yang terlarut, maka konsentrasi larutan tersebut semakin tinggi (semakin pekat), sedangkan pada larutan encer terdapat sejumlah kecil zat terlarut dalam pelarutnya. Untuk menyatakan konsentrasi larutan digunakan istilah molar (M).
3. Peranan Asam dalam Kehidupan
Asam merupakan salah satu senyawa yang mempunyai peranan penting dalam kehidupan. Dalam bidang industri, asam banyak digunakan, antara lain dalam proses pembuatan pupuk, obat – obatan, bahan peledak, plastik, dan pembersihan permukaan logam – logam tertentu. Selain itu, terdapat beberapa asam organik yang digunakan sebagai pengawet makanan, seperti asam asetat, asam askorbat, asam propanoat, dan asam benzoate. Kebanyakan asam organik merupakan asam lemah. Meskipun asam adalah senyawa yang sangat berguna, tetapi asam juga dapat menyebabkan berbagai kerusakan karena sifatnya yang korosif. Salah satunya adalah peristiwa hujan asam.
Serry Septiana
STFI
Indikator
oleh S. Hamdani pada 27 September 2010
Indikator adalah suatu senyawa kompleks yang dapat bereaksi dengan asam dan basa. Dengan indikator, kita dapat mengetahui suatu zat bersifat asam dan basa. Indikator juga dapat digunakan untuk mengetahui tingkat kekuatan suatu asam atau basa. Beberapa indikator terbuat dari zat warna alami tanaman, tetapi ada juga beberapa indikator yang dibuat secara sintesis di laboratorium. Indikator yang sering tersedia di laboratorium adalah kertas lakmus karena praktis dan harganya murah.
Kita mengenal dua jenis kertas lakmus, yaitu lakmus merah dan biru. Pada larutan asam, kertas lakmus selalu berwarna merah, sedangkan dalam larutan basa kertas lakmus selalu berwarna biru. Jadi, larutan asam akan mengubah kertas lakmus warna biru menjadi merah dan larutan basa akan mengubah warna lakmus merah menjadi biru.
Beberapa jenis tanaman dapat pula dijadikan sebagai indikator. Salah satu tanaman yang dapat pula dijadikan sebagai indikator adalah tanaman bunga hydrangea. Warna bunga hydrangea bergantung pada keasaman tanah. Bunga hydrangea yang berwarna merah jambu (pink) akan berubah menjadi biru apabila ditanam di tanah yang terlalu asam. Lakmus dan bunga hydrangea merupakan salah satu contoh indicator pH.
Syarat dapat tidaknya suatu zat dijadikan indicator asam basa adalah terjadinya perubahan warna apabila suatu indikator diteteskan pada larutan asam dan larutan basa. Untuk menguji sifat asam basa suatu zat selalu digunakan dalam bentuk larutan, karena dalam bentuk larutan sifat pembawaan asam dan basa lebih mudah dideteksi.
Berikut adalah indikator pH yang sering kita gunakan di laboratorium. Indikator tersebut menunjukkan perubahan warna lerutan pada rentang pH tertentu.
No Nama Indikator Range pH Perubahan Warna
1. Fenoftalein 8,3 – 10 Tak berwarna – Merah Muda
2. Metil Oranye 3,2 – 4,4 Merah – Kuning
3. Metil Merah 4,8 – 6,0 Merah – Kuning
4. Bromtimol biru 6,0 – 7,6 Kuning – Biru
5. Metil biru 10,6 – 13,4 Biru – Ungu
Salah satu indicator yang memiliki tingkat kepercayaan yang baik adalah indikator universal. Indikator universal adalah indicator yang terdiri atas berbagai macam indikator yang memiliki warna berbeda untuk setiap nilai pH 1-14. Indikator universal ada yang berupa larutan dan ada juga yang berupa kertas. Paket indikator universal tersebut selalu dilengkapi dengan warna standar untuk pH 1-14.
Cara menggunakan indikator universal adalah sebagai berikut :
1. Celupkan kertas indicator universal pada larutan yang akan diselidiki nilai pH-nya atau meneteskan indicator universal pada larutan yang diselidiki.
2. Amati perubahan warna yang terjadi
3. Bandingkan perubahan warna dengan warna standar.
Serry Seftiana
STFI
SISTEM PERIODIK UNSUR
oleh S. Hamdani pada 21 September 2010
.
letak suatu unsur pada sistem periodik menentukan sifat periodik unsurnya,Sifat-sifat tersebut berubah dan berulang secara periodik sesuai dengan perubahan nomor atom dan konfigurasi elektron.
1. JARI-JARI ATOM
yaitu jarak elektron terluar ke inti atom dan menunjukan besar-kecilnya ukuran suatu atom. Jari-jari atom sukar diukur sehingga pengukuran jari-jari atom dilakukan dengan cara mengukur jarak inti antar dua atom yang berikatan sesamanya.
*
Dalam suatu golongan, jari-jari atom semakin ke atas cenderung semakin kecil. Hal ini terjadi karena semakin ke atas, kulit elektron semakin kecil.
*Dalam suatu periode, semakin ke kanan jari-jari atom cenderung semakin kecil. Hal ini terjadi karena semakin ke kanan jumlah proton dan jumlah elektron semakin banyak, sedangkan jumlah kulit terluar yang terisi elekteron tetap sama sehingga tarikan inti terhadap elektron terluar semakin kuat.
2. ENERGI IONISASI
Jika dalam suatu atom terdapat satu elektron di luar subkulit yang cocok,elektron ini cenderung mudah lepas supaya mempunyai konfigurasi seperti gas mulia.
Contoh: atom C (golongan IVA)dan atom H (golongan IA) –> gas mulia
Jadi energi ionisasi adalah Energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron dari suatu atom. Dalam suatu periode semakin banyak elektron dan proton gaya tarik menarik elektron terluar dengan inti semakin besar (jari-jari kecil) Akibatnya, elektron sulit lepas sehingga energi untuk melepas elektron semakin besar(energi ionisasi besar),dan begitu juga sebaliknya.
* Unsur-unsur yang segolongan : energi ionisasi makin ke bawah makin kecil, karena elektron terluar akin jauh dari inti (gaya tarik inti makin lemah), sehingga elektron terluar makin mudah di lepaskan.
*Unsur-unsur yan seperiode : energi ionisai pada umumnya makin ke kanan makin besar, karena makin ke kanan gaya tarik inti makin kuat.
Kekecualian :Unsur-unsur golongan II A memiliki energi ionisasi yang lebih besar dari pada golongan III A, dan energi ionisasi golongan V A lebih besar dari pada golongan VI A.
3. KEELEKTRONEGATIFAN
adalah kemampuan suatu atom untuk menarik elektron dari atom lain. Faktor yang mempengaruhinya adalah gaya tarik dari inti terhadap elektron dan jari-jari atom.
Unsur-unsur yang segolongan : keelektronegatifan makin ke bawah makin kecil,karena bagian bawah dalam sistem periodik cenderung melepaskan elektron.
Unsur-unsur yang seperiode : keelektronegatifan makin kekanan makin besar.keelektronegatifan terbesar pada setiap periode dimiliki oleh golongan VII A (unsur-unsur halogen). Harga kelektronegatifan terbesar terdapat pada flour (F) yakni 4,0, dan harga terkecil terdapat pada fransium (Fr) yakni 0,7.
Harga keelektronegatifan penting untuk menentukan bilangan oksidasi,unsur dalam sutu senyawa. Jika harga kelektronegatifan besar, berati unsur yang bersangkutan cenderung menerim elektron dan membentuk bilangan oksidasi negatif.Jika harga keelektronegatifan kecil,unsur cenderung melepaskan elektron dan membentuk bilangan oksidasi positif.Jumlah atom yang diikat bergantung pada elektron valensinya.
4. SIFAT LOGAM
Sifat-sifat unsur logam yang spesifik,yaitu : mengkilap,menghantarkan panas dan listrik, dapat ditempa menjadi lempengan tipis, serta dapat ditentangkan menjadi kawat/kabel panjang.Sifat-sifat logam tersebut diatas yang membedakan dengan unsur-unsur bukan logam.Sifat-sifat logam,dalam sistem periodik makin kebawah makin bertambah, dan makin ke kanan makin berkurang.Batas unsur-unsur logam yang terletak di sebelah kiri dengan batas unsur-unsur bukan logam di sebelah kanan pada sistem periodik sering digambarkan dengan tangga diagonal bergaris tebal.Unsur-unsur yang berada pada batas antara logam dengan bukan logam menunjukkan sifat ganda.
5. KEREAKTIFAN
Reaktif artinya akan mudah bereaksi. Unsur-unsur logam pada system periodik, makin ke bawah makin reaktif, karena makin mudah melepaskan elektronnya.Unsur-unsur bukan logam pada sistem periodik, makin ke bawah makin kurang reakatif, karena makin sukar menangkap electron.Kereaktifan suatu unsur bergantung pada kecenderungannya melepas atau menarik elektron. Jadi, unsur logam yang paling reatif adalah golongan VIIA (halogen). Dari kiri ke kanan dalam satu periode, mula-mula kereaktifan menurun kemudian bertambah hingga golongan VIIA. Golongan VIIA tidak rekatif.
disusun oleh : IRWAN FANDI ZALUKHU

botani

Kategori:Botani
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Artikel utama untuk kategori ini adalah Botani.

Wikimedia Commons memiliki kategori mengenai Botani

Subkategori
Kategori ini memiliki 17 subkategori berikut, dari total 17.
A
• [+] Ahli botani (1)
• [×] Anatomi tumbuhan (0)
• [×] Araceae (0)
F
• [+] Fisiologi tumbuhan (2)
• [+] Flora (1)
H
• [+] Hortikultura (1)
K
• [+] Kayu (1)
• [+] Kebun botani (1)
M
• [+] Metabolit sekunder (1)
• [×] Morfologi tumbuhan (0)
N
• [×] Nasti (0)
P
• [+] Pohon (4)
P samb.
• [+] Produk alami (1)
R
• [×] Reproduksi tumbuhan (0)
T
• [+] Taksonomi tumbuhan (3)
• [×] Tropisme (0)
μ
• [×] Rintisan bertopik botani (0)

Halaman dalam kategori "Botani"
Kategori ini memiliki 66 halaman, dari total 66.
*
• Botani
A
• Adiantaceae
• Anatomi tumbuhan
• Kotiledon
• Araceae
• Asam absisat
B
• Beringin
• Bintil akar
• Buah
• Bunga tujuh rupa
D
• Daging buah
• Daun pelindung
• Divisio
E
• Empulur
• Epifit
• Etnobotani
F
• Fitokimia
• Fotorespirasi
G
• Getah
• Gravitropisme
H
• Heliotropik
• Herbisida
H samb.
• Hidronasti
• Hortikultura
J
• Janur
K
• Kaktus
• Kecambah
• Keiki
• Kelompok budidaya
• Kemandulan jantan
• Kimera (botani)
• Klorosis
• Kormus
• Kuncup
L
• Liana
• Lignin
• Luffa
M
• Minyak atsiri
• Morfologi tumbuhan
N
• Nasti
• Nektar
• Niktinasti
P
• Paleobotani
• Penyerbukan
P samb.
• Perkecambahan
• Plasenta (botani)
• Polinator
• Potometer
• Pteridologi
S
• Seludang bunga
• Serbuk sari
• Sistem klasifikasi Cronquist
• Spora
• Stolon
T
• Talus
• Tigmonasti
• Tropisme
• Tumbuhan paku
• Tumbuhan semusim
• Tumbuhan tahunan
• Tunas
V
• Varietas (botani)
• Varietas hibrida
• Vegetasi
X
• Xerofit
• Xilem dan floem

Botani merupakan salah satu bidang kajian dalam biologi yang mengkhususkan diri dalam mempelajari seluruh aspek biologi tumbuh-tumbuhan. Dengan demikian, dalam botani dipelajari semua disiplin ilmu biologi untuk mempelajari pertumbuhan, reproduksi, metabolisme, perkembangan, interaksi dengan komponen biotik dan komponen abiotik, serta evolusi tumbuhan.

Artikel bertopik biologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Biologi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Akurasi Terperiksa
Langsung ke: navigasi, cari

Artikel atau sebagian dari artikel ini membutuhkan perhatian dari ahli subyek terkait.
Jika Anda adalah ahli yang dapat membantu, silakan membantu memperbaiki kualitas artikel ini.






Biologi mempelajari ilmu mengenai kehidupan. Dari kiri atas, E. coli, pohon pakis, rusa, kumbang Goliath.
Biologi (ilmu hayat) adalah ilmu mengenai kehidupan. Istilah ini diambil dari bahasa Belanda "biologie", yang juga diturunkan dari gabungan kata bahasa Yunani, βίος, bios ("hidup") dan λόγος,logos ("lambang", "ilmu"). Dahulu—sampai tahun 1970-an—digunakan istilah ilmu hayat (diambil dari bahasa Arab, artinya "ilmu kehidupan").
Obyek kajian biologi sangat luas dan mencakup semua makhluk hidup. Karenanya, dikenal berbagai cabang biologi yang mengkhususkan diri pada setiap kelompok organisme, seperti botani, zoologi, dan mikrobiologi. Berbagai aspek kehidupan dikaji. Ciri-ciri fisik dipelajari dalam anatomi, sedang fungsinya dalam fisiologi; Perilaku dipelajari dalam etologi, baik pada masa sekarang dan masa lalu (dipelajari dalam biologi evolusioner dan paleobiologi); Bagaimana makhluk hidup tercipta dipelajari dalam evolusi; Interaksi antarsesama makhluk dan dengan alam sekitar mereka dipelajari dalam ekologi; Mekanisme pewarisan sifat—yang berguna dalam upaya menjaga kelangsungan hidup suatu jenis makhluk hidup—dipelajari dalam genetika.
Saat ini bahkan berkembang aspek biologi yang mengkaji kemungkinan berevolusinya makhluk hidup pada masa yang akan datang, juga kemungkinan adanya makhluk hidup di planet-planet selain bumi, yaitu astrobiologi. Sementara itu, perkembangan teknologi memungkinkan pengkajian pada tingkat molekul penyusun organisme melalui biologi molekular serta biokimia, yang banyak didukung oleh perkembangan teknik komputasi melalui bidang bioinformatika.
Ilmu biologi banyak berkembang pada abad ke-19, dengan ilmuwan menemukan bahwa organisme memiliki karakteristik pokok. Biologi kini merupakan subyek pelajaran sekolah dan universitas di seluruh dunia, dengan lebih dari jutaan makalah dibuat setiap tahun dalam susunan luas jurnal biologi dan kedokteran.[1]
Daftar isi
[sembunyikan]
• 1 Asal mula biologi
o 1.1 Aristoteles dan biologi
o 1.2 Didirikannya biologi modern
• 2 Cakupan biologi
o 2.1 Pembagian Berdasarkan Kelompok Organisme
o 2.2 Pembagian berdasarkan organisasi kehidupan
o 2.3 Pembagian berdasarkan interaksi
• 3 Lihat pula
• 4 Catatan kaki

[sunting] Asal mula biologi
[sunting] Aristoteles dan biologi
Ilmu biologi dirintis oleh Aristoteles, ilmuwan berkebangsaan Yunani. Dalam terminologi Aristoteles, "filosofi alam" adalah cabang filosofi yang meneliti fenomena alam, dan mencakupi bidang yang kini disebut sebagai fisika, biologi, dan ilmu pengetahuan alam lainnya.
Aristoteles melakukan penelitian sejarah alam di pulau Lesbos. Hasil penelitiannya, termasuk Sejarah Hewan, Generasi Hewan, dan Bagian Hewan, berisi beberapa observasi dan interpretasi, dan juga terdapat mitos dan kesalahan. Bagian yang penting adalah mengenai kehidupan laut. Ia memisahkan mamalia laut dari ikan, dan mengetahui bahwa hiu dan pari adalah bagian dari grup yang ia sebut Selachē (selachians).[2]
[sunting] Didirikannya biologi modern
Istilah biologi dalam pengertian modern kelihatannya diperkenalkan secara terpisah oleh Gottfried Reinhold Treviranus (Biologie oder Philosophie der lebenden Natur, 1802) dan Jean-Baptiste Lamarck (Hydrogéologie, 1802). Namun, istilah biologi sebenarnya telah dipakai pada 1800 oleh Karl Friedrich Burdach. Bahkan, sebelumnya, istilah itu juga telah muncul dalam judul buku Michael Christoph Hanov jilid ke-3 yang terbit pada 1766, yaitu Philosophiae Naturalis Sive Physicae Dogmaticae: Geologia, Biologia, Phytologia Generais et Dendrologia.
[sunting] Cakupan biologi
Lihat artikel utama Daftar Cabang-cabang biologi
Pada masa kini, biologi mencakup bidang akademik yang sangat luas, bersentuhan dengan bidang-bidang sains yang lain, dan sering kali dipandang sebagai ilmu yang mandiri. Namun, pencabangan biologi selalu mengikuti tiga dimensi yang saling tegak lurus: keanekaragaman (berdasarkan kelompok organisme), organisasi kehidupan (taraf kajian dari sistem kehidupan), dan interaksi (hubungan antarunit kehidupan serta antara unit kehidupan dengan lingkungannya).
[sunting] Pembagian Berdasarkan Kelompok Organisme
Makhluk hidup atau organisme sangat beraneka ragam. Taksonomi mempelajari bagaimana organisme dapat dikelompokkan berdasarkan kemiripan dan perbedaan yang dimiliki. Selanjutnya, berbagai kelompok itu dipelajari semua gatra kehidupannya, sehingga dikenallah ilmu biologi tumbuhan (botani), biologi hewan (zoologi), biologi serangga (entomologi), dan seterusnya.
[sunting] Pembagian berdasarkan organisasi kehidupan
Kehidupan berlangsung dalam hirarki yang terorganisasi. Hirarki organisme, dari yang terkecil hingga yang terbesar yang dipelajari dalam biologi, adalah sebagai berikut:[3]
• sel;
• jaringan;
• organ;
• sistem organ;
• individu;
• populasi;
• komunitas atau masyarakat;
• ekosistem; dan
• bioma.
Kajian-kajian subindividu mencakup biologi sel, anatomi dan cabang-cabangnya (sitologi, histologi dan organologi), dan fisiologi. Pembagian lebih rinci juga mungkin terjadi. Misalnya, anatomi dapat dikhususkan pada setiap organ atau sistem (biasa terjadi dalam ilmu kedokteran): pulmonologi, kardiologi, neurologi, dan sebagainya).
Tingkat supraindividu dipelajari dalam ekologi, yang juga memiliki pengkhususan tersendiri, seperti ekofisiologi atau "fisiologi lingkungan", fenologi, serta ilmu perilaku.
[sunting] Pembagian berdasarkan interaksi
Hubungan antarunit kehidupan maupun antara unit kehidupan dan lingkungannya terjadi pada semua tingkat organisasi.
[sunting] Lihat pula
Sel (biologi)
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Sel)
Belum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari
"Sel" beralih ke halaman ini. Untuk kegunaan lain dari Sel, lihat Sel (disambiguasi).


Sel selaput penyusun umbi bawang bombay (Allium cepa). Tampak dinding sel dan inti sel (berupa noktah di dalam setiap 'ruang'). Perbesaran 400 kali.
Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Karena itulah, sel dapat berfungsi secara autonom asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi.
Semua organisme selular terbagi ke dalam dua golongan besar berdasarkan arsitektur basal dari selnya, yaitu organisme prokariota dan organisme eukariota.[1]
Organisme prokariota tidak memiliki inti sel dan mempunyai organisasi internal sel yang relatif lebih sederhana. Prokariota terbagi menjadi dua kelompok yang besar: eubakteria yang meliputi hampir seluruh jenis bakteri, dan archaea, kelompok prokariota yang sangat mirip dengan bakteri dan berkembang-biak di lingkungan yang ekstrim seperti sumber air panas yang bersifat asam atau air yang mengandung kadar garam yang sangat tinggi. Genom prokariota terdiri dari kromosom tunggal yang melingkar, tanpa organisasi DNA.
Organisme eukariota memiliki organisasi intraselular yang jauh lebih kompleks, antara lain dengan membran internal, organel yang memiliki membran tersendiri seperti inti sel dan sitoskeleton yang sangat terstruktur. Sel eukariota memiliki beberapa kromosom linear di dalam nuklei, di dalamnya terdapat sederet molekul DNA yang sangat panjang yang terbagi dalam paket-paket yang dipisahkan oleh histon dan protein yang lain.
Jika panjang DNA diberi notasi C dan jumlah kromosom dalam genom diberi notasi n, maka notasi 2nC menunjukkan genom sel diploid, 1nC menunjukkan genom sel haploid, 3nC menunjukkan genom sel triploid, 4nC menunjukkan genom sel tetraploid. Pada manusia, C = 3,5 × 10-12 g, dengan n = 23, sehingga genom manusia dirumuskan menjadi 2 x 23 x 3,5 × 10-12, karena sel eukariota manusia memiliki genom diploid.
Sejenis sel diploid yaitu sel nutfah dapat terdiferensiasi menjadi sel gamet haploid. Genom sel gamet pada manusia memiliki 23 kromosom, 22 diantaranya merupakan otosom, sisanya merupakan kromosom genital. Pada oosit, kromosom genital senantiasa memiliki notasi X, sedangkan pada spermatosit, kromosom dapat berupa X maupun Y. Setelah terjadi fertilisasi antara kedua sel gamet yang berbeda kromosom genitalnya, terbentuklah sebuah zigot diploid. Notasi genom yang digunakan untuk zigot adalah 46,XX atau 46,XY.
Pada umumnya sel somatik merupakan sel diploid, namun terdapat beberapa perkecualian, antara lain: sel darah merah dan keratinosit memiliki genom nuliploid. Hepatosit bergenom tetraploid 4nC, sedang megakariosit pada sumsum tulang belakang memiliki genom poliploid hingga 8nC, 16nC atau 32nC dan dapat melakukan proliferasi hingga menghasilkan ribuan sel nuliploid. Banyaknya ploidi pada sel terjadi sebagai akibat dari replikasi DNA yang tidak disertai pembelahan sel, yang lazim disebut sebagai endomitosis.
Daftar isi
[sembunyikan]
• 1 Sejarah penemuan sel
o 1.1 Robert Hooke
• 2 Perkembangan sel
o 2.1 Proses pembelahan sel
 2.1.1 Fase pada siklus sel
o 2.2 Diferensiasi sel
o 2.3 Morfogenesis
o 2.4 Apoptosis
• 3 Struktur sel
o 3.1 Sel eukariota
o 3.2 Sel prokariota
o 3.3 Perbedaan pertumbuhan dan perkembangan sel hewan dan tanaman
• 4 Sel-sel khusus
• 5 Referensi
• 6 Pranala luar

[sunting] Sejarah penemuan sel
[sunting] Robert Hooke
Pada awalnya sel digambarkan pada tahun 1665 oleh seorang ilmuwan Inggris Robert Hooke yang telah meneliti irisan tipis gabus melalui mikroskop yang dirancangnya sendiri. Kata sel berasal dari kata bahasa Latin cellula yang berarti rongga/ruangan.
Pada tahun 1835, sebelum teori Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Karena itulah, sel dapat berfungsi secara autonom asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi.
Semua organisme selular terbagi ke dalam dua golongan besar berdasarkan arsitektur basal dari selnya, yaitu organisme prokariota dan organisme eukariota.[1]
Organisme prokariota tidak memiliki inti sel dan mempunyai organisasi internal sel yang relatif lebih sederhana. Prokariota terbagi menjadi dua kelompok yang besar: eubakteria yang meliputi hampir seluruh jenis bakteri, dan archaea, kelompok prokariota yang sangat mirip dengan bakteri dan berkembang-biak di lingkungan yang ekstrim seperti sumber air panas yang bersifat asam atau air yang mengandung kadar garam yang sangat tinggi. Genom prokariota terdiri dari kromosom tunggal yang melingkar, tanpa organisasi DNA.
Organisme eukariota memiliki organisasi intraselular yang jauh lebih kompleks, antara lain dengan membran internal, organel yang memiliki membran tersendiri seperti inti sel dan sitoskeleton yang sangat terstruktur. Sel eukariota memiliki beberapa kromosom linear di dalam nuklei, di dalamnya terdapat sederet molekul DNA yang sangat panjang yang terbagi dalam paket-paket yang dipisahkan oleh histon dan protein yang lain.
Jika panjang DNA diberi notasi C dan jumlah kromosom dalam genom diberi notasi n, maka notasi 2nC menunjukkan genom sel diploid, 1nC menunjukkan genom sel haploid, 3nC menunjukkan genom sel triploid, 4nC menunjukkan genom sel tetraploid. Pada manusia, C = 3,5 × 10-12 g, dengan n = 23, sehingga genom manusia dirumuskan menjadi 2 x 23 x 3,5 × 10-12, karena sel eukariota manusia memiliki genom diploid.
Sejenis sel diploid yaitu sel nutfah dapat terdiferensiasi menjadi sel gamet haploid. Genom sel gamet pada manusia memiliki 23 kromosom, 22 diantaranya merupakan otosom, sisanya merupakan kromosom genital. Pada oosit, kromosom genital senantiasa memiliki notasi X, sedangkan pada spermatosit, kromosom dapat berupa X maupun Y. Setelah terjadi fertilisasi antara kedua sel gamet yang berbeda kromosom genitalnya, terbentuklah sebuah zigot diploid. Notasi genom yang digunakan untuk zigot adalah 46,XX atau 46,XY.
Pada umumnya sel somatik merupakan sel diploid, namun terdapat beberapa perkecualian, antara lain: sel darah merah dan keratinosit memiliki genom nuliploid. Hepatosit bergenom tetraploid 4nC, sedang megakariosit pada sumsum tulang belakang memiliki genom poliploid hingga 8nC, 16nC atau 32nC dan dapat melakukan proliferasi hingga menghasilkan ribuan sel nuliploid. Banyaknya ploidi pada sel terjadi sebagai akibat dari replikasi DNA yang tidak disertai pembelahan sel, yang lazim disebut sebagai endomitosis. sel menjadi lengkap, Jan Evangelista Purkyně melakukan pengamatan terhadap granula pada tanaman melalui mikroskop. Teori sel kemudian dikembangkan pada tahun 1839 oleh Matthias Jakob Schleiden dan Theodor Schwann yang mengatakan bahwa semua makhluk hidup atau organisme tersusun dari satu sel tunggal, yang disebut uniselular, atau lebih, yang disebut multiselular. Semua sel berasal dari sel yang telah ada sebelumnya, di dalam sel terjadi fungsi-fungsi vital demi kelangsungan hidup organisme dan terdapat informasi mengenai regulasi fungsi tersebut yang dapat diteruskan pada generasi sel berikutnya.
Struktur sel dan fungsi-fungsinya secara menakjubkan hampir serupa untuk semua organisme, namun jalur evolusi yang ditempuh oleh masing-masing golongan besar organisme (Regnum) juga memiliki kekhususan sendiri-sendiri. Sel-sel prokariota beradaptasi dengan kehidupan uniselular sedangkan sel-sel eukariota beradaptasi untuk hidup saling bekerja sama dalam organisasi yang sangat rapi.
[sunting] Perkembangan sel
Di dalam tubuh manusia, telah dikenali sekitar 210 jenis sel. Sebagaimana organisme multiselular lainnya, kehidupan manusia juga dimulai dari sebuah sel embrio diploid hasil dari fusi haploid oosit dan spermatosit yang kemudian mengalami serangkaian mitosis. Pada tahap awal, sel-sel embrio bersifat totipoten, setiap sel memiliki kapasitas untuk terdiferensiasi menjadi salah satu dari seluruh jenis sel tubuh. Selang berjalannya tahap perkembangan, kapasitas diferensiasi menjadi menurun menjadi pluripoten, hingga menjadi sel progenitor yang hanya memiliki kapasitas untuk terdiferensiasi menjadi satu jenis sel saja, dengan kapasitas unipoten.
Pada level molekular, perkembangan sel dikendalikan melalui suatu proses pembelahan sel, diferensiasi sel, morfogenesis dan apoptosis. Tiap proses, pada awalnya, diaktivasi secara genetik, sebelum sel tersebut dapat menerima sinyal mitogenik dari lingkungan di luar sel.
[sunting] Proses pembelahan sel
Siklus sel adalah proses duplikasi secara akurat untuk menghasilkan jumlah DNA kromosom yang cukup banyak dan mendukung segregasi untuk menghasilkan dua sel anakan yang identik secara genetik. Proses ini berlangsung terus-menerus dan berulang (siklik)
Pertumbuhan dan perkembangan sel tidak lepas dari siklus kehidupan yang dialami sel untuk tetap bertahan hidup. Siklus ini mengatur pertumbuhan sel dengan meregulasi waktu pembelahan dan mengatur perkembangan sel dengan mengatur jumlah ekspresi atau translasi gen pada masing-masing sel yang menentukan diferensiasinya.
[sunting] Fase pada siklus sel
1. Fasa S (sintesis): Tahap terjadinya replikasi DNA
2. Fasa M (mitosis): Tahap terjadinya pembelahan sel (baik pembelahan biner atau pembentukan tunas)
3. Fasa G (gap): Tahap pertumbuhan bagi sel.
1. Fasa G0, sel yang baru saja mengalami pembelahan berada dalam keadaan diam atau sel tidak melakukan pertumbuhan maupun perkembangan. Kondisi ini sangat bergantung pada sinyal atau rangsangan baik dari luar atau dalam sel. Umum terjadi dan beberapa tidak melanjutkan pertumbuhan (dorman) dan mati.
2. Fasa G1, sel eukariot mendapatkan sinyal untuk tumbuh, antara sitokinesis dan sintesis.
3. Fasa G2, pertumbuhan sel eukariot antara sintesis dan mitosis.
Fasa tersebut berlangsung dengan urutan S > G2 > M > G0 > G1 > kembali ke S. Dalam konteks Mitosis, fase G dan S disebut sebagai Interfase.
[sunting] Diferensiasi sel
Regenerasi sel adalah proses pertumbuhan dan perkembangan sel yang bertujuan untuk mengisi ruang tertentu pada jaringan atau memperbaiki bagian yang rusak.
Diferensiasi sel adalah proses pematangan suatu sel menjadi sel yang spesifik dan fungsional, terletak pada posisi tertentu di dalam jaringan, dan mendukung fisiologis hewan. Misalnya, sebuah stem cell mampu berdiferensiasi menjadi sel kulit.
Saat sebuah sel tunggal, yaitu sel yang telah dibuahi, mengalami pembelahan berulang kali dan menghasilkan pola akhir dengan keakuratan dan kompleksitas yang spektakuler, sel itu telah mengalami regenerasi dan diferensiasi.
Regenerasi dan diferensiasi sel hewan ditentukan oleh genom. Genom yang identik terdapat pada setiap sel, namun mengekspresikan set gen yang berbeda, bergantung pada jumlah gen yang diekspresikan. Misalnya, pada sel retina mata, tentu gen penyandi karakteristik penangkap cahaya terdapat dalam jumlah yang jauh lebih banyak daripada ekspresi gen indera lainnya.
[sunting] Morfogenesis
Pengekspresian gen itu sendiri mempengaruhi jumlah sel, jenis sel, interaksi sel, bahkan lokasi sel. Oleh karena itu, sel hewan memiliki 4 proses esensial pengkonstruksian embrio yang diatur oleh ekspresi gen, sebagai berikut:
Proliferasi sel
menghasilkan banyak sel dari satu sel
Spesialisasi sel
menciptakan sel dengan karakteristik berbeda pada posisi yang berbeda
Interaksi sel
mengkoordinasi perilaku sebuah sel dengan sel tetangganya
Pergerakan sel
menyusun sel untuk membentuk struktur jaringan dan organ
Pada embrio yang berkembang, keempat proses ini berlangsung bersamaan. Tidak ada badan pengatur khusus untuk proses ini. Setiap sel dari jutaan sel embrio harus membuat keputusannya masing-masing, menurut jumlah kopi instruksi genetik dan kondisi khusus masing-masing sel.
Sel tubuh, seperti otot, saraf, dsb. tetap mempertahankan karakteristik karena masih mengingat sinyal yang diberikan oleh nenek moyangnya saat awal perkembangan embrio.
[sunting] Apoptosis
Apoptosis merupakan bagian dari perkembangan sel, sel tidak dapat mati begitu saja tanpa suatu mekanisme yang tertanam di dalam sel, yang dapat diaktivasi oleh sinyal internal maupun eksternal.
[sunting] Struktur sel
[sunting] Sel eukariota
Secara umum setiap sel memiliki
• membran sel,
• sitoplasma, dan
• inti sel atau nukleus.
Sitoplasma dan inti sel bersama-sama disebut sebagai protoplasma. Sitoplasma berwujud cairan kental (sitosol) yang di dalamnya terdapat berbagai organel yang memiliki fungsi yang terorganisasi untuk mendukung kehidupan sel. Organel memiliki struktur terpisah dari sitosol dan merupakan "kompartementasi" di dalam sel, sehingga memungkinkan terjadinya reaksi yang tidak mungkin berlangsung di sitosol. Sitoplasma juga didukung oleh jaringan kerangka yang mendukung bentuk sitoplasma sehingga tidak mudah berubah bentuk.
Organel-organel yang ditemukan pada sitoplasma adalah
• mitokondria (kondriosom)
• badan Golgi (diktiosom)
• retikulum endoplasma
• plastida (khusus tumbuhan, mencakup leukoplas, kloroplas, dan kromoplas)
• vakuola (khusus tumbuhan)
[sunting] Sel prokariota
Sel tumbuhan dan sel bakteri memiliki lapisan di luar membran yang dikenal sebagai dinding sel. Dinding sel bersifat tidak elastis dan membatasi perubahan ukuran sel. Keberadaan dinding sel juga menyebabkan terbentuknya ruang antarsel, yang pada tumbuhan menjadi bagian penting dari transportasi hara dan mineral di dalam tubuh tumbuhan.
Sel tumbuhan, sel hewan, dan sel bakteri mempunyai beberapa perbedaan seperti berikut:
Sel tumbuhan Sel hewan Sel bakteri
Sel tumbuhan lebih besar daripada sel hewan. Sel hewan lebih kecil daripada sel tumbuhan. Sel bakteri sangat kecil.
Mempunyai bentuk yang tetap. Tidak mempunyai bentuk yang tetap. Mempunyai bentuk yang tetap.
Mempunyai dinding sel [cell wall] dari selulosa.
Tidak mempunyai dinding sel [cell wall].
Mempunyai dinding sel [cell wall] dari lipoprotein.
Mempunyai plastida.
Tidak mempunyai plastida.
Tidak mempunyai plastida.

Mempunyai vakuola [vacuole] atau rongga sel yang besar. Tidak mempunyai vakuola [vacuole], walaupun kadang-kadang sel beberapa hewan uniseluler memiliki vakuola (tapi tidak sebesar yang dimiliki tumbuhan). Yang biasa dimiliki hewan adalah vesikel atau [vesicle].
Tidak mempunyai vakuola.

Menyimpan tenaga dalam bentuk butiran (granul) pati.
Menyimpan tenaga dalam bentuk butiran (granul) glikogen.
-
Tidak Mempunyai sentrosom [centrosome]. Mempunyai sentrosom [centrosome].
Tidak Mempunyai sentrosom [centrosome].
Tidak memiliki lisosom [lysosome].
Memiliki lisosom [lysosome].

Nukleus lebih kecil daripada vakuola. Nukleus lebih besar daripada vesikel. Tidak memiliki nukleus dalam arti sebenarnya.
[sunting] Perbedaan pertumbuhan dan perkembangan sel hewan dan tanaman
Secara umum, perbedaan tersebut dapat dinyatakan sebagai berikut:
Hewan Tumbuhan
Terdapat sentriol Tidak ada sentriol
Tidak ada pembentukan dinding sel Terdapat sitokinesis dan pembentukan dinding sel
Ada kutub animal dan vegetal Tidak ada perbedaan kutub embriogenik, yang ada semacam epigeal dan hipogeal
Jaringan sel hewan bergerak menjadi bentuk yang berbeda Jaringan sel tumbuhan tumbuh menjadi bentuk yang berbeda
Terdapat proses gastrulasi Terdapat proses histodiferensiasi
Tidak terdapat jaringan embrionik seumur hidup Meristem sebagai jaringan embrionik seumur hidup
Terdapat batasan pertumbuhan (ukuran tubuh) Tidak ada batasan pertumbuhan, kecuali kemampuan akar dalam hal menopang berat tubuh bagian atas
Apoptosis untuk perkembangan jaringan, melibatkan mitokondria dan caspase Tidak ada "Apoptosis", yang ada lebih ke arah proteksi diri, tidak melibatkan mitokondria
[sunting] Sel-sel khusus
• Sel Tidak Berinti, contohnya trombosit dan eritrosit (Sel darah merah). Di dalam sel darah merah, terdapat hemoglobin sebagai pengganti nukleus (inti sel).
• Sel Berinti Banyak, contohnya Paramecium sp dan sel otot
• Sel hewan berklorofil, contohnya euglena sp. Euglena sp adalah hewan uniseluler berklorofil.
• Sel pendukung, contohnya adalah sel xilem. Sel xilem akan mati dan meninggalkan dinding sel sebagai "tulang" dan saluran air. Kedua ini sangatlah membantu dalam proses transpirasi pada tumbuhan.
[sunting] Referensi
1. ^ (en) Tom Strachan, Andrew P Read (1999). Human Molecular Genetics (edisi ke-2). Wiley-Liss. hlm. Chromosomes in cells. ISBN 1-85996-202-5. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/bookshelf/br.fcgi?book=hmg&part=A127. Diakses pada 2010-08-09.
• Alberts B, Johnson A, Lewis J, Raff M, Roberts K, Walter P. 2002. Molecular Biology of The Cell. New York and London: Garland Science

Artikel atau bagian dari artikel ini diterjemahkan dari Sel (biologi) di en.wikipedia.org. Isinya mungkin memiliki ketidakakuratan. Selain itu beberapa bagian yang diterjemahkan kemungkinan masih memerlukan penyempurnaan. Pengguna yang mahir dengan bahasa yang bersangkutan dipersilakan untuk menelusuri referensinya dan menyempurnakan terjemahan ini.
(Pesan ini dapat dihapus jika terjemahan dirasa sudah cukup tepat)
[sunting] Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki galeri mengenai:
Sel)


Wikibooks memiliki informasi lebih banyak:
Cell Biology

• Ixedu.com 3D Animations, Virtual Microscope, Activities, a Game and more! All about the cells.
• The Inner Life of A Cell, a flash video showing what happens inside of a cell
• The Virtual Cell
• Cells Alive!
• Journal of Cell Biology
• A comparison of the generational and exponential growth of cell populations
• High-resolution images of brain cells
• The Biology Project > Cell Biology
• The Image & Video Library of The American Society for Cell Biology, a collection of peer-reviewed still images, video clips and digital books that illustrate the structure, function and biology of the cell.
• Centre of the Cell online
• Biology sites
• Molecular Biology of the Cell NCBI Books
[tampilkan]
l • b • s
Darah


[tampilkan]

Cairan tubuh





[tampilkan]

Plasma


Serum
Protein
[tampilkan]

Albumin





[tampilkan]

Globulin


Alfa


Beta


Gamma
Antibodi






Regulator
Hormon


Lipida



Klot
I " II " III " IV " V " VII " VIII " IX " X " XI " XII " XIII " Keping darah " Trombus " Protein C " Protein S


Sel Darah
[tampilkan]

Merah





[tampilkan]

Putih


Limfosit
Sel T
Pembantu
Sel TH1 IL-2 • TNF-ß • IFN-γ


Sel TH2 IL-4 • IL-5 • IL-13



Sel NK
IL-4 " IFN-γ


Sel NKT


Sel T γδ


Memori
Sel T CM


Sel T SCM


Sel T EM


Sel T EMRA



CD8


CD4

CRH -GC


Sel B
Sel B-1

Sel B-2

Plasmablas Sel plasma

• IgG

Limfoblas • LAK " PIT


Granulosit
Basofil


Eosinofil
• Deoksiribonuklease • Eosinofil peroksidase • Histamin • Lipase • Plasminogen • Ribonuklease


Neutrofil
Mielosit


Metamielosit


Neutrofil band


Neutrofil segmen




Monosit
Makrofaga
Normal Histiosit " Sel Kupffer " Alveolar " Pleural " Peritoneal " Langerhans's cell


Radang


DC
Mieloid

Plasmasitoid

Sel DC AP IL-12


FDC

• Langerin



Endosit
Fagosit
Pro Makrofaga " Neutrofil " Sel biang : Heparin • Histamin • Sitokina


Nonpro Eritrosit " Fibroblas " Limfosit " Sel endotelial " Sel epitelial



Pinositosit
DC

Sel M






Punca
Mesenchimal " Progenitor


Endotelial


Epitelial


Hati
Hepatosit " Ito

Astrocit : Demosterol • Kolesterol • Latosterol • Vesikel







Diperoleh dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Sel_(biologi)"
Kategori: Darah | Biologi sel | Biologi | Hematologi | Sistem limfatik
Kategori tersembunyi: Artikel yang diterjemahkan secara kasar
Jaringan
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari
Untuk kegunaan lain dari Jaringan, lihat Jaringan komputer.
Jaringan dalam biologi adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Jaringan-jaringan yang berbeda dapat bekerja sama untuk suatu fungsi fisiologi yang sama membentuk organ. Jaringan dipelajari dalam cabang biologi yang dinamakan histologi, sedangkan cabang biologi yang mempelajari berubahnya bentuk dan fungsi jaringan dalam hubungannya dengan penyakit adalah histopatologi.
Daftar isi
[sembunyikan]
• 1 Jaringan hewan
• 2 Jaringan tumbuhan
o 2.1 Jaringan meristematik
o 2.2 Jaringan permanen

[sunting] Jaringan hewan
Ada empat kelompok jaringan dasar yang membentuk tubuh semua hewan, termasuk manusia dan organisme multiseluler tingkat rendah seperti artropoda: jaringan epitelium, jaringan pengikat, jaringan penyokong, dan jaringan saraf.
• Jaringan epitelium.
Jaringan yang disusun oleh lapisan sel yang melapisi permukaan organ seperti permukaan kulit. Jaringan ini berfungsi untuk melindungi organ yang dilapisinya, sebagai organ sekresi dan penyerapan.
Jaringan epitel terdiri dari 3 macam:
1. Eksotelium: epitel yang membungkus bagian luar tubuh
2. Endotelium: epitel yang melapisi organ dalam tubuh
3. Mesotelium: epitel yang membatasi rongga tubuh
Fungsi jaringan epitelium yakni:
a. Absorpsi, misalnya pada usus yang menyerap sari-sari makanan
b. Sekresi, contohnya testis yang mensekresikan sperma
c. Ekskresi, kulit yang mengeluarkan keringat
d. Transportasi, mengatur tekanan osmosis dalam tubuh
e. Proteksi, kulit melindungi jaringan tubuh di bawahnya
f. Penerima rangsang, kulit yang menanggapi rangsang dari luar
g. Pernapasan, kulit katak berfungsi sebagai alat pernapasan
h. Alat gerak, selaput kaki pada kulit katak membantu dalam pergerakan
g. Mengatur suhu tubuh, kulit mengatur suhu tubuh dengan mengeluarkan keringat jika tubuh kepanasan
• Jaringan pengikat.
Sesuai namanya, jaringan pengikat berfungsi untuk mengikat jaringan dan alat tubuh. Contoh jaringan ini adalah jaringan darah.
• Jaringan otot.
Jaringan otot terbagi atas tiga kategori yang berbeda yaitu otot licin yang dapat ditemukan di organ tubuh bagian dalam, otot lurik yang dapat ditemukan pada rangka tubuh, dan otot jantung yang dapat ditemukan di jantung.
• Jaringan saraf.
adalah jaringan yang berfungsi untuk mengatur aktivitas otot dan organ serta menerima dan meneruskan rangsangan.
• Jaringan penyokong
adalah jaringan yang terdiri dari jaringan tulang rawan dan jaringan tulang yang berfungsi untuk memberi bentuk tubuh,melindungi tubuh,dan menguatkan bentuk tubuh
[sunting] Jaringan tumbuhan
Jaringan tumbuhan relatif lebih homogen daripada jaringan hewan. Tumbuhan tidak memiliki kemampuan lokomosi (berpindah)/bergerak secara aktif sebagaimana hewan. Meskipun demikian, banyak sel-sel baru terbentuk untuk berbagai jaringan sebagai kompensasi banyaknya sel-sel yang mati, yang menjadi pasif karena berperan sebagai sel-sel penyimpan cadangan energi (misalnya pada buah atau umbi) atau metabolit sekunder, dan untuk mengisi jaringan baru karena tumbuhan selalu bertambah massanya, khususnya bagi tumbuhan tahunan. Jaringan yang aktif memperbanyak diri dan tidak memiliki fungsi khusus disebut jaringan meristematik, sementara jaringan yang telah mantap dengan fungsinya disebut jaringan tetap/permanen.
[sunting] Jaringan meristematik
Jaringan meristematik terdiri dari sel-sel meristem, suatu analog dari sel-sel punca (stem cells) hewan. Jaringan ini dapat ditemukan pada titik-titik tumbuh di ujung batang dan akar (disebut meristem pucuk/ujung/apikal), di bawah kulit kayu (sebagai kambium gabus maupun kambium pembuluh, disebut meristem tepi/lateral), dan di tepi ruas atau buku, serta pada pangkal tangkai daun (meristem antara/interkalar). Jaringan ini, terutama meristem ujung, mudah diinduksi untuk diperbanyak secara in vitro. Dalam jargon kultur jaringan, sel-sel ini dikatakan bersifat embrionik ("dapat membentuk embrio"). Jaringan meristematik juga terbentuk apabila ada bagian tumbuhan yang terbuka, misalnya karena terluka. Mobilisasi beberapa fitohormon, biasanya auksin dan sitokinin, akan memicu terbentuknya sel-sel meristem yang membentuk semacam jaringan tidak terdiferensiasi yang disebut kalus.
[sunting] Jaringan permanen
Jaringan permanen dikategorikan menjadi tiga kelompok utama: epidermis (jaringan pelindung, terdiri dari sel-sel yang menyusun lapisan luar daun dan bagian-bagian tumbuhan yang masih muda), jaringan pengangkut (menyusun xilem dan floem), dan jaringan dasar (mencakup parenkim, klorenkim, kolenkim, dan sklerenkim).
Epidermis melindungi bagian dalam organ sehingga tidak bersentuhan langsung dengan pengaruh keadaan di luar organ. Epidermis dapat dilindungi oleh lapisan tipis di bagian luar yang dikenal sebagai kutikula. Dapat juga ditemukan lapisan malam (wax). Sel-sel epidermis biasanya berbentuk segi empat apabila dilihat dari samping, berjajar homogen. Namun demikian, epidermis dapat mengalami modifikasi menjadi sel-sel penutup atau sel penjaga stomata beserta beberapa sel tetangga, trikoma (miang atau rambut daun/batang), duri, serta rambut kelenjar.
Jaringan pengangkut dimiliki oleh tumbuhan berpembuluh (Tracheophyta). Gymnospermae memiliki jaringan trakeida, serabut trakeida, dan parenkim kayu sebagai penyusun xilem. Angiospermae memiliki tambahan jaringan trakea selain jaringan yang dimiliki Gymnospermae. Floem (pembuluh tapis) tersusun dari jaringan buluh tapis dan sel-sel pengiring.
Jaringan dasar menyusun sebagian besar tubuh tumbuhan (biomassa). Kelompok jaringan ini memiliki banyak fungsi tergantung tempat ia berada. Seringkali ia mengisi bagian terbesar dari suatu organ, menyusun daging buah, kulit batang, isi umbi atau rimpang yang menyimpan pati atau metabolit sekunder tertentu (seperti alkaloid dan terpenoid). Jaringan ini dapat pula mengalami kematian dengan mengosongkan isi sel-selnya untuk membentuk struktur berongga (aerenkim) seperti ruang dalam gelembung pada tangkai daun eceng gondok atau rongga dalam buluh bambu.

Organ
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari
Kata organ bisa merujuk kepada:
• dalam dunia musik, organ adalah sejenis alat musik
• dalam anatomi, organ adalah sekelompok jaringan (tissue) yang menjalankan suatu tugas.
• Daftar organ gerakan mahasiswa 1998

Sistem organ
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari

Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia
Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifikasi artikel. Setelah dirapikan, tolong hapus pesan ini.
Sistem Organ merupakan bentuk kerjasama antar organ untuk melakukan fungsi - fungsi yang lebih kompleks lagi sehingga proses yang berlangsung di dalam tubuh suatu organisme dapat berjalan dengan baik sesuai aktivitas hidup organisme yang bersangkutan. Dalam melaksanakan kerja sama ini, setiap organ tidak bekerja sendiri-sendiri, melainkan organ - organ saling bergantung dan saling mempengaruhi satu sama lainnya. Contoh sistem organ pada hewan dan manusia antara lain sistem pernapasan, sistem pencernaan, sistem gerak, sistem reproduksi, sistem peredaran darah, sistem saraf, sistem ekskresi. Individu
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari
Individu
Individu merupakan unit terkecil pembentuk masyarakat.[1] Dalam ilmu sosial, individu berarti juga bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil.[1] Sebagai contoh, suatu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan anak.[1] Ayah merupakan individu dalam kelompok sosial tersebut, yang sudah tidak dapat dibagi lagi ke dalam satuan yang lebih kecil.[1]
Pada dasarnya, setiap individu memiliki ciri-ciri yang berbeda.[2] Individu yang saling bergabung akan membentuk kelompok atau masyarakat.[2] Individu tersebut akan memiliki karakteristik yang sama dengan kelompok dimana dirinya bergabung.[2]
[sunting] Referensi
Populasi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari
Populasi adalah kumpulan individu sejenis yang berada pada wilayah tertentu dan pada waktu yang tertentu pula.

Kata populasi (dari bahasa Inggris: Population) dipakai untuk hal-hal berikut:
• Dalam bidang geografi / demografi, sebagai sinonim bagi penduduk
• Dalam bidang biologi, populasi adalah sekumpulan individu dengan ciri-ciri sama (satu spesies yang sama) yang hidup dalam tempat dan waktu yang sama.
• Dalam bidang statistika, populasi adalah sekumpulan data yang menjadi objek inferensi.

Komunitas
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari
Komunitas adalah sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan, umumnya memiliki ketertarikan dan habitat yang sama. Dalam komunitas manusia, individu-individu di dalamnya dapat memiliki maksud, kepercayaan, sumber daya, preferensi, kebutuhan, risiko dan sejumlah kondisi lain yang serupa. Komunitas berasal dari bahasa Latin communitas yang berarti "kesamaan", kemudian dapat diturunkan dari communis yang berarti "sama, publik, dibagi oleh semua atau banyak".

Ekosistem
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari


ekosistem padang rumput adalah contoh ekosistem terestrial
Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.[1] Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi.[1]
Ekosistem merupakan penggabungan dari setiap unit biosistem yang melibatkan interaksi timbal balik antara organisme dan lingkungan fisik sehingga aliran energi menuju kepada suatu struktur biotik tertentu dan terjadi suatu siklus materi antara organisme dan anorganisme.[1] Matahari sebagai sumber dari semua energi yang ada.[1]
Dalam ekosistem, organisme dalam komunitas berkembang bersama-sama dengan lingkungan fisik sebagai suatu sistem.[2] Organisme akan beradaptasi dengan lingkungan fisik, sebaliknya organisme juga mempengaruhi lingkungan fisik untuk keperluan hidup.[2] Pengertian ini didasarkan pada Hipotesis Gaia, yaitu: "organisme, khususnya mikroorganisme, bersama-sama dengan lingkungan fisik menghasilkan suatu sistem kontrol yang menjaga keadaan di bumi cocok untuk kehidupan".[2] Hal ini mengarah pada kenyataan bahwa kandungan kimia atmosfer dan bumi sangat terkendali dan sangat berbeda dengan planet lain dalam tata surya.[2]
Kehadiran, kelimpahan dan penyebaran suatu spesies dalam ekosistem ditentukan oleh tingkat ketersediaan sumber daya serta kondisi faktor kimiawi dan fisis yang harus berada dalam kisaran yang dapat ditoleransi oleh spesies tersebut, inilah yang disebut dengan hukum toleransi.[3] Misalnya: Panda memiliki toleransi yang luas terhadap suhu, namun memiliki toleransi yang sempit terhadap makanannya, yaitu bambu.[1] Dengan demikian, panda dapat hidup di ekosistem dengan kondisi apapun asalkan dalam ekosistem tersebut terdapat bambu sebagai sumber makanannya.[1] Berbeda dengan makhluk hidup yang lain, manusia dapat memperlebar kisaran toleransinya karena kemampuannya untuk berpikir, mengembangkan teknologi dan memanipulasi alam.[2]
EKOSISTEM 1.Komponen pembentuk == Semua komponen tersebut berada pada suatu tempat dan berinteraksi membentuk suatu kesatuan ekosistem yang teratur. Susunan dan Macam Ekosistem ekosistem ini terdiri dari [ikan] sebagai komponen heterotrof, tumbuhan air sebagai komponen autotrof, (plankton) yang terapung di air sebagai komponen pengurai, sedangkan yang termasuk komponen [abiotik] adalah [air], [pasir], [batu], [mineral] dan [oksigen] yang terlarut dalam air. A.Komponen-komponen pembentuk ekosistem adalah:
a.Abiotik
Abiotik atau komponen tak hidup adalah komponen [fisik] dan [kimia] yang merupakan [medium] atau [substrat] tempat berlangsungnya [kehidupan], atau [lingkungan] tempat hidup.Sebagian besar komponen abiotik bervariasi dalam ruang dan waktunya. Komponen abiotik dapat berupa bahan organik, senyawa anorganik, dan faktor yang mempengaruhi distribusi organisme, yaitu: - [Suhu]. Proses biologi dipengaruhi suhu. Mamalia dan unggas membutuhkan energi untuk meregulasi temperatur dalam tubuhnya. - [Air]. Ketersediaan air mempengaruhi distribusi organisme. Organisme di gurun beradaptasi terhadap ketersediaan air di gurun. - [Garam]. Konsentrasi garam mempengaruhi kesetimbangan air dalam organisme melalui osmosis. Beberapa organisme terestrial beradaptasi dengan lingkungan dengan kandungan garam tinggi. - [Cahaya matahari]. Intensitas dan kualitas cahaya mempengaruhi proses fotosintesis. Air dapat menyerap cahaya sehingga pada lingkungan air, fotosintesis terjadi di sekitar permukaan yang terjangkau cahaya matahari. Di gurun, intensitas cahaya yang besar membuat peningkatan suhu sehingga hewan dan tumbuhan tertekan. - [Tanah] dan batu. Beberapa karakteristik tanah yang meliputi struktur fisik, pH, dan komposisi mineral membatasi penyebaran organisme berdasarkan pada kandungan sumber makanannya di tanah. - [Iklim]. Iklim adalah kondisi cuaca dalam jangka waktu lama dalam suatu area. Iklim makro meliputi iklim global, regional dan lokal. Iklim mikro meliputi iklim dalam suatu daerah yang dihuni komunitas tertentu.
B.Autotrof Komponen [autotrof] terdiri dari organisme yang dapat membuat makanannya sendiri dari bahan anorganik dengan bantuan [energi] seperti sinar [matahari] (fotoautotrof) dan bahan kimia (kemoautotrof). Komponen autotrof berperan sebagai produsen. Yang tergolong autotrof adalah tumbuhan berklorofil. C.Heterotrof Komponen heterotrof terdiri dari organisme yang memanfaatkan bahan-bahan [organik] yang disediakan [organisme] lain sebagai makanannya. Komponen heterotrof disebut juga konsumen makro [fagotrof] karena makanan yang dimakan berukuran lebih kecil. Yang tergolong heterotrof adalah [manusia], [hewan], [jamur], dan[mikroba].
D.Pengurai Pengurai atau dekomposer adalah organisme yang menguraikan bahan [organik] yang berasal dari organisme mati. Pengurai disebut juga konsumen makro [sapotrof] karena makanan yang dimakan berukuran lebih besar. Organisme pengurai menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepaskan bahan-bahan yang sederhana yang dapat digunakan kembali oleh [produsen].Yang tergolong pengurai adalah [bakteri] dan [jamur]. Ada pula pengurai yang disebut [detritivor], yaitu hewan pengurai yang memakan sisa-sisa bahan organik, contohnya adalah [kutu kayu]. Tipe dekomposisi ada tiga, yaitu:
-[aerobik] : oksigen adalah penerima elektron / oksidan
-[anaerobik] : oksigen tidak terlibat. Bahan organik sebagai penerima elektron /oksidan
-[fermentasi] : anaerobik namun bahan organik yang teroksidasi juga sebagai penerima [elektron].
Daftar isi
[sembunyikan]
• 1 Kebergantungan
o 1.1 Antar komponen biotik
o 1.2 Antar komponen biotik dan abiotik
• 2 Tipe-tipe Ekosistem
o 2.1 Akuatik (air)
o 2.2 Terestrial (darat)
o 2.3 Buatan
• 3 Lihat Pula
• 4 Referensi

[sunting] Kebergantungan


rantai makanan
Kebergantungan pada ekosistem dapat terjadi antar komponen biotik atau antara komponen biotik dan abiotik[2].
[sunting] Antar komponen biotik
Kebergantungan antar komponen biotik dapat terjadi melalui[2]:
1. Rantai makanan, yaitu perpindahan materi dan energi melalui proses makan dan dimakan dengan urutan tertentu. Tiap tingkat dari rantai makanan disebut tingkat trofi atau taraf trofi. Karena organisme pertama yang mampu menghasilkan zat makanan adalah tumbuhan maka tingkat trofi pertama selalu diduduki tumbuhan hijau sebagai produsen. Tingkat selanjutnya adalah tingkat trofi kedua, terdiri atas hewan pemakan tumbuhan yang biasa disebut konsumen primer. Hewan pemakan konsumen primer merupakan tingkat trofi ketiga, terdiri atas hewan-hewan karnivora. Setiap pertukaran energi dari satu tingkat trofi ke tingkat trofi lainnya, sebagian energi akan hilang.[2]
2. Jaring- jaring makanan, yaitu rantai-rantai makanan yang saling berhubungan satu sama lain sedemikian rupa sehingga membentuk seperi jaring-jaring. Jaring-jaring makanan terjadi karena setiap jenis makhluk hidup tidak hanya memakan satu jenis makhluk hidup lainnya.
[sunting] Antar komponen biotik dan abiotik
Kebergantungan antara komponen biotik dan abiotik dapat terjadi melalui siklus materi, seperti[2]:
1. siklus karbon
2. siklus air
3. siklus nitrogen
4. siklus sulfur
Siklus ini berfungsi untuk mencegah suatu bentuk materi menumpuk pada suatu tempat.[2] Ulah manusia telah membuat suatu sistem yang awalnya siklik menjadi nonsiklik, manusia cenderung mengganggu keseimbangan lingkungan.[2]
[sunting] Tipe-tipe Ekosistem
Secara umum ada tiga tipe ekosistem, yaitu ekositem air, ekosisten darat, dan ekosistem buatan.[4]
[sunting] Akuatik (air)


ekosistem sungai
• Ekosistem air tawar.
Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain variasi suhu tidak menyolok, penetrasi cahaya kurang, dan terpengaruh oleh iklim dan cuaca.[4] Macam tumbuhan yang terbanyak adalah jenis ganggang, sedangkan lainnya tumbuhan biji.[4] Hampir semua filum hewan terdapat dalam air tawar. Organisme yang hidup di air tawar pada umumnya telah beradaptasi.[4]
• Ekosistem air laut.
Habitat laut (oseanik) ditandai oleh salinitas (kadar garam) yang tinggi dengan ion CI- mencapai 55% terutama di daerah laut tropik, karena suhunya tinggi dan penguapan besar.[4] Di daerah tropik, suhu laut sekitar 25 °C. Perbedaan suhu bagian atas dan bawah tinggi, sehingga terdapat batas antara lapisan air yang panas di bagian atas dengan air yang dingin di bagian bawah yang disebut daerah termoklin.[4]
• Ekosistem estuari.
Estuari (muara) merupakan tempat bersatunya sungai dengan laut.[4] Estuari sering dipagari oleh lempengan lumpur intertidal yang luas atau rawa garam. Ekosistem estuari memiliki produktivitas yang tinggi dan kaya akan nutrisi[1]. Komunitas tumbuhan yang hidup di estuari antara lain rumput rawa garam, ganggang, dan fitoplankton.[4] Komunitas hewannya antara lain berbagai cacing, kerang, kepiting, dan ikan.[4]
• Ekosistem pantai.
Dinamakan demikian karena yang paling banyak tumbuh di gundukan pasir adalah tumbuhan Ipomoea pes caprae yang tahan terhadap hempasan gelombang dan angin.[4] Tumbuhan yang hidup di ekosistem ini menjalar dan berdaun tebal.[4]
• Ekosistem sungai.
Sungai adalah suatu badan air yang mengalir ke satu arah.[4] Air sungai dingin dan jernih serta mengandung sedikit sedimen dan makanan. Aliran air dan gelombang secara konstan memberikan oksigen pada air[4]. Suhu air bervariasi sesuai dengan ketinggian dan garis lintang.[4] Ekosistem sungai dihuni oleh hewan seperti ikan kucing, gurame, kura-kura, ular, buaya, dan lumba-lumba.[4]
• Ekosistem terumbu karang.
Ekosistem ini terdiri dari coral yang berada dekat pantai.[1] Efisiensi ekosistem ini sangat tinggi.[1] Hewan-hewan yang hidup di karang memakan organisme mikroskopis dan sisa organik lain.[5] Berbagai invertebrata, mikro organisme, dan ikan, hidup di antara karang dan ganggang.[5] Herbivora seperti siput, landak laut, ikan, menjadi mangsa bagi gurita, bintang laut, dan ikan karnivora.[5] Kehadiran terumbu karang di dekat pantai membuat pantai memiliki pasir putih.[1]
• Ekosistem laut dalam.
Kedalamannya lebih dari 6.000 m.[5] Biasanya terdapat lele laut dan ikan laut yang dapat mengeluarkan cahaya.[5] Sebagai produsen terdapat bakteri yang bersimbiosis dengan karang tertentu.[5]
• Ekosistem lamun.
Lamun atau seagrass adalah satu satunya kelompok tumbuh-tumbuhan berbunga yang hidup di lingkungan laut[6]. Tumbuh tumbuhan ini hidup di habitat perairan pantai yang dangkal.[6] Seperti hal¬nya rumput di darat, mereka mempunyai tunas berdaun yang tegak dan tangkai tangkai yang merayap yang efektif untuk berbiak.[6] Berbeda dengan tumbuh tumbuhan laut lainnya (alga dan rumput laut), lamun berbunga, berbuah dan meng¬hasilkan biji. Mereka juga mempunyai akar dan sistem internal untuk mengangkut gas dan zat zat hara.[6] Sebagai sumber daya hayati, lamun banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.[6]
[sunting] Terestrial (darat)


ekosistem hutan hujan tropis memiliki produktivitas tinggi.


ekosistem taiga merupakan hutan pinus dengan ciri iklim musim dingin yang panjang.


ekosistem tundra didominasi oleh vegetasi perdu.
Penentuan zona dalam ekosistem terestrial ditentukan oleh temperatur dan curah hujan.[2] Ekosistem terestrial dapat dikontrol oleh iklim dan gangguan.[2] Iklim sangat penting untuk menentukan mengapa suatu ekosistem terestrial berada pada suatu tempat tertentu.[2] Pola ekosistem dapat berubah akibat gangguan seperti petir, kebakaran, atau aktivitas manusia.[2]
• Hutan hujan tropis.
Hutan hujan tropis terdapat di daerah tropik dan subtropik.[4] Ciri-cirinya adalah curah hujan 200-225 cm per tahun.[4] Spesies pepohonan relatif banyak, jenisnya berbeda antara satu dengan yang lainnya tergantung letak geografisnya.[4] Tinggi pohon utama antara 20-40 m, cabang-cabang pohon tinggi dan berdaun lebat hingga membentuk tudung (kanopi).[4] Dalam hutan basah terjadi perubahan iklim mikro, yaitu iklim yang langsung terdapat di sekitar organisme.[4] Daerah tudung cukup mendapat sinar matahari, variasi suhu dan kelembapan tinggi, suhu sepanjang hari sekitar 25 °C.[4] Dalam hutan hujan tropis sering terdapat tumbuhan khas, yaitu liana (rotan) dan anggrek sebagai epifit.[4] Hewannya antara lain, kera, burung, badak, babi hutan, harimau, dan burung hantu.[4]
• Sabana.
Sabana dari daerah tropik terdapat di wilayah dengan curah hujan 40 – 60 inci per tahun, tetapi temepratur dan kelembaban masih tergantung musim.[6] Sabana yang terluas di dunia terdapat di Afrika; namun di Australia juga terdapat sabana yang luas.[6] Hewan yang hidup di sabana antara lain serangga dan mamalia seperti zebra, singa, dan hyena.[1]
• Padang rumput.
Padang rumput terdapat di daerah yang terbentang dari daerah tropik ke subtropik.[5] Ciri-ciri padang rumput adalah curah hujan kurang lebih 25-30 cm per tahun, hujan turun tidak teratur, porositas (peresapan air) tinggi, dan drainase (aliran air) cepat.[5] Tumbuhan yang ada terdiri atas tumbuhan terna (herbs) dan rumput yang keduanya tergantung pada kelembapan.[5] Hewannya antara lain: bison, zebra, singa, anjing liar, serigala, gajah, jerapah, kangguru, serangga, tikus dan ular.[5]
• Gurun.
Gurun terdapat di daerah tropik yang berbatasan dengan padang rumput.[6] Ciri-ciri ekosistem gurun adalah gersang dan curah hujan rendah (25 cm/tahun).[6] Perbedaan suhu antara siang dan malam sangat besar.[6] Tumbuhan semusim yang terdapat di gurun berukuran kecil[6]. Selain itu, di gurun dijumpai pula tumbuhan menahun berdaun seperti duri contohnya kaktus, atau tak berdaun dan memiliki akar panjang serta mempunyai jaringan untuk menyimpan air.[6] Hewan yang hidup di gurun antara lain rodentia, semut, ular, kadal, katak, kalajengking, dan beberapa hewan nokturnal lain.[6]
• Hutan gugur.
Hutan gugur terdapat di daerah beriklim sedang yang memiliki emapt musim, ciri-cirinya adalah curah hujan merata sepanjang tahun.[5] Jenis pohon sedikit (10 s/d 20) dan tidak terlalu rapat.[5] Hewan yang terdapat di hutam gugur antara lain rusa, beruang, rubah, bajing, burung pelatuk, dan rakun (sebangsa luwak).[5]
• Taiga
Taiga terdapat di belahan bumi sebelah utara dan di pegunungan daerah tropik, ciri-cirinya adalah suhu di musim dingin rendah.[4] Biasanya taiga merupakan hutan yang tersusun atas satu spesies seperti konifer, pinus, dan sejenisnya.[4] Semak dan tumbuhan basah sedikit sekali, sedangkan hewannya antara lain moose, beruang hitam, ajag, dan burung-burung yang bermigrasi ke selatan pada musim gugur.[4]
• Tundra
Tundra terdapat di belahan bumi sebelah utara di dalam lingkaran kutub utara dan terdapat di puncak-puncak gunung tinggi.[4] Pertumbuhan tanaman di daerah ini hanya 60 hari.[4] Contoh tumbuhan yang dominan adalah sphagnum, liken, tumbuhan biji semusim, tumbuhan perdu, dan rumput alang-alang.[4] Pada umumnya, tumbuhannya mampu beradaptasi dengan keadaan yang dingin.[4]
• Karst (batu gamping /gua).
Karst berawal dari nama kawasan batu gamping di wilayah Yugoslavia.[6] Kawasan karst di Indonesia rata-rata mempunyai ciri-ciri yang hampir sama yaitu, tanahnya kurang subur untuk pertanian, sensitif terhadap erosi, mudah longsor, bersifat rentan dengan pori-pori aerasi yang rendah, gaya permeabilitas yang lamban dan didominasi oleh pori-pori mikro.[6] Ekosistem karst mengalami keunikan tersendiri, dengan keragaman aspek biotis yang tidak dijumpai di ekosistem lain.[6]
[sunting] Buatan


sawah merupakan salah satu contoh ekosistem buatan
Ekosistem buatan adalah ekosistem yang diciptakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya.[4] Ekosistem buatan mendapatkan subsidi energi dari luar, tanaman atau hewan peliharaan didominasi pengaruh manusia, dan memiliki keanekaragaman rendah.[1] Contoh ekosistem buatan adalah[4]:
• bendungan
• hutan tanaman produksi seperti jati dan pinus
• agroekosistem berupa sawah tadah hujan
• sawah irigasi
• perkebunan sawit
• ekosistem pemukiman seperti kota dan desa
• ekosistem ruang angkasa.[1]
Ekosistem kota memiliki metabolisme tinggi sehingga butuh energi yang banyak.[2] Kebutuhan materi juga tinggi dan tergantung dari luar, serta memiliki pengeluaran yang eksesif seperti polusi dan panas.[2]
Ekosistem ruang angkasa bukan merupakan suatu sistem tertutup yang dapat memenuhi sendiri kebutuhannya tanpa tergantung input dari luar.[1] Semua ekosistem dan kehidupan selalu bergantung pada bumi.[1]
[sunting] Lihat Pula
Bioma
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa
Langsung ke: navigasi, cari
Bioma adalah sekelompok hewan dan tumbuhan yang tinggal di suatu lokasi geografis tertentu. Bioma terbagi menjadi beberapa jenis, ditentukan oleh curah hujan dan intensitas cahaya mataharinya.
Berikut ini adalah pembagian bioma:
• Bioma tundra
• Bioma taiga/hutan konifer
• Bioma padang gurun
• Bioma padang rumput
• Bioma hutan gugur, dan
• Bioma hutan hujan tropis

klinik farmasi

Page 1
The Definition of Clinical Pharmacy Definisi Farmasi Klinik
American College of Clinical Pharmacy American College Farmasi Klinik
Key Words: American College of Clinical Pharmacy, ACCP, clinical pharmacy, Kata Kunci: American College of Clinical Farmasi, ACCP, farmasi klinis,
definition, clinical pharmacist. definisi klinis apoteker,.
(Pharmacotherapy 2008;28(6):816–817) (Pharmacotherapy 2008; 28 (6) :816-817)
As articulated in its strategic plan, the American Seperti tertuang dalam rencana strategis, Amerika
College of Clinical Pharmacy's (ACCP) 10–15- College of ACCP () Farmasi Klinik's 10-15 -
year vision for the profession is that pharmacists tahun visi untuk profesi adalah bahwa apoteker
will be health care providers who are accountable akan menjadi penyedia layanan kesehatan yang bertanggung jawab
for optimal medication therapy in the prevention untuk terapi pengobatan yang optimal dalam pencegahan
and treatment of disease. dan pengobatan penyakit. To achieve this vision, Untuk mencapai visi ini,
the profession must ensure that there will be an profesi harus memastikan bahwa akan ada
adequate supply of appropriately educated and pasokan yang cukup berpendidikan dan tepat
skilled clinical pharmacists. terampil apoteker klinis. Toward that end, the Menjelang akhir itu,
ACCP Board of Regents has developed a Dewan ACCP Bupati telah mengembangkan
definition of clinical pharmacy to serve as the definisi farmasi klinis untuk melayani sebagai
foundation for the core competencies of a clinical dasar kompetensi inti dari klinis
pharmacist. apoteker. Both short (abridged) and detailed Kedua pendek (singkat) dan rinci
(unabridged) definitions are provided below. (Lengkap) definisi yang disediakan di bawah.
Abridged Definition of Clinical Pharmacy Definisi Ringkas Farmasi Klinik
Clinical pharmacy is defined as that area of Farmasi klinis didefinisikan sebagai daerah
pharmacy concerned with the science and apotek yang bersangkutan dengan ilmu dan
practice of rational medication use. praktek penggunaan obat rasional.
Unabridged Definition of Clinical Pharmacy Definisi lengkap Farmasi Klinik
Clinical pharmacy is a health science discipline farmasi klinis adalah disiplin ilmu kesehatan
in which pharmacists provide patient care that di mana apoteker memberikan perawatan pasien yang
optimizes medication therapy and promotes mengoptimalkan terapi pengobatan dan mempromosikan
health, wellness, and disease prevention. kesehatan, kesehatan, dan pencegahan penyakit. The The
practice of clinical pharmacy embraces the praktek farmasi klinis mencakup
philosophy of pharmaceutical care; it blends a filsafat kepedulian farmasi, melainkan memadukan
caring orientation with specialized therapeutic peduli orientasi dengan terapi khusus
knowledge, experience, and judgment for the pengetahuan, pengalaman, dan pertimbangan untuk
purpose of ensuring optimal patient outcomes. tujuan memastikan hasil yang optimal pasien.
As a discipline, clinical pharmacy also has an Sebagai suatu disiplin ilmu, farmasi klinik juga memiliki
obligation to contribute to the generation of new kewajiban untuk berkontribusi pada generasi baru
knowledge that advances health and quality of pengetahuan bahwa kemajuan kesehatan dan kualitas
life. hidup.
Clinical pharmacists care for patients in all apoteker klinis perawatan untuk pasien dalam semua
health care settings. pengaturan kesehatan. They possess in-depth Mereka memiliki mendalam
knowledge of medications that is integrated with pengetahuan tentang obat yang terintegrasi dengan
a foundational understanding of the biomedical, pemahaman dasar dari biomedis,
pharmaceutical, sociobehavioral, and clinical farmasi, sociobehavioral, dan klinis
sciences. ilmu. To achieve desired therapeutic goals, Untuk mencapai tujuan terapi yang diinginkan,
the clinical pharmacist applies evidence-based apoteker klinis berlaku berdasarkan bukti
therapeutic guidelines, evolving sciences, emerging pedoman terapi, berkembang ilmu pengetahuan, muncul
technologies, and relevant legal, ethical, social, teknologi, dan relevan hukum, etika, sosial,
cultural, economic, and professional principles. budaya, ekonomi, dan prinsip-prinsip profesional.
In accordance, clinical pharmacists assume Sesuai, apoteker klinis menganggap
responsibility and accountability for managing tanggung jawab dan akuntabilitas untuk mengelola
medication therapy in direct patient care settings, terapi obat langsung pengaturan perawatan pasien,
whether practicing independently or in consul- apakah praktek mandiri atau konsul
tation or collaboration with other health care tation atau kolaborasi dengan perawatan kesehatan lainnya
professionals. profesional. Clinical pharmacist researchers Apoteker klinis peneliti
generate, disseminate, and apply new knowledge menghasilkan, menyebarkan, dan menerapkan pengetahuan baru
that contributes to improved health and quality yang memberikan kontribusi untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas
of life. hidup.
Within the system of health care, clinical pharma- Dalam sistem perawatan kesehatan, farmasi klinis
cists are experts in the therapeutic use of medica- cists adalah pakar dalam penggunaan terapeutik medica-
tions. subpopulasi. They routinely provide medication therapy Mereka secara rutin memberikan terapi obat
evaluations and recommendations to patients and evaluasi dan rekomendasi kepada pasien dan
health care professionals. perawatan kesehatan profesional. Clinical pharmacists Apoteker klinis
are a primary source of scientifically valid infor- merupakan sumber utama informasi ilmiah yang valid
mation and advice regarding the safe, appro- mation dan saran mengenai aman, appro-
priate, and cost-effective use of medications. sesuai, dan hemat biaya penggunaan obat.
Three-Part Definition Tiga-Bagian Definisi
The unabridged definition is organized into Definisi lengkap ini diatur dalam
three sections: the discipline of clinical tiga bagian: disiplin klinis
pharmacy, the clinical pharmacist, and the roles farmasi, apoteker klinis, dan peran
of the clinical pharmacist in the health care dari apoteker klinis dalam perawatan kesehatan
system. sistem. Key words or phrases were carefully Kata kunci atau frase yang hati-hati
chosen for inclusion in each section, and their dipilih untuk dimasukkan dalam setiap bagian, dan mereka
intended interpretation follows. interpretasi dimaksudkan berikut.
The Discipline of Clinical Pharmacy Para Disiplin Farmasi Klinik
The concept of optimizing therapy and promoting Konsep mengoptimalkan terapi dan mempromosikan
health, wellness, and disease prevention was felt kesehatan, kesehatan, dan pencegahan penyakit terasa
to be essential in highlighting the focus on both menjadi penting dalam menyoroti fokus pada kedua
pharmacologic and nonpharmacologic strategies farmakologis dan strategi nonpharmacologic
This definition was written and approved by the Definisi ini ditulis dan disetujui oleh
American College of Clinical Pharmacy Board of Regents on American College Dewan Farmasi Klinik Bupati pada
April 8, 2005. April 8, 2005.
Address reprint requests to the American College of Alamat cetak ulang permintaan untuk American College of
Clinical Pharmacy, 13000 West 87th Street Parkway, Suite Farmasi Klinik, 13000 87 West Parkway Street, Suite
100, Lenexa, KS 66215-4530; e-mail: accp@accp.com, or 100, Lenexa, KS 66215-4530; e-mail: accp@accp.com, atau
download from http://www.accp.com. download dari http://www.accp.com.
Page 2 Page 2
DEFINITION OF CLINICAL PHARMACY ACCP DEFINISI ACCP FARMASI KLINIS
for promoting patient health. untuk mempromosikan kesehatan pasien. By noting that Dengan mencatat bahwa
clinical pharmacy embraces the philosophy of farmasi klinis mencakup filsafat
pharmaceutical care, the definition calls attention kepedulian farmasi, definisi meminta perhatian
to the fact that the primary object of practice and kenyataan bahwa objek utama praktek dan
research is ultimately the patient. Penelitian pada akhirnya pasien. Emphasizing Menekankan
that the discipline relies on caring values with bahwa disiplin bergantung pada nilai-nilai peduli dengan
specialized knowledge, experience, and judgment khusus pengetahuan, pengalaman, dan pertimbangan
underscores the critical importance of the synergy menggarisbawahi pentingnya sinergi
achieved by combining a caring ethos, in-depth dicapai dengan menggabungkan etos peduli, mendalam
therapeutic knowledge, clinical experience, and terapeutik pengetahuan, pengalaman klinis, dan
expert judgment. ahli penghakiman. As a discipline, clinical Sebagai disiplin, klinis
pharmacy must be engaged also in research to farmasi harus dilibatkan juga dalam penelitian untuk
contribute to the generation of new knowledge berkontribusi pada generasi pengetahuan baru
that advances human health and quality of life. bahwa kemajuan kesehatan manusia dan kualitas hidup.
The Clinical Pharmacist Para Apoteker Klinis
Stating explicitly that the clinical pharmacist Menyatakan secara eksplisit bahwa apoteker klinis
cares for patients in all health care settings peduli untuk pasien di semua pengaturan perawatan kesehatan
emphasizes two points: that clinical pharmacists menekankan dua hal: bahwa klinis apoteker
provide care to their patients (ie, they don't just menyediakan perawatan bagi pasien mereka (yakni, mereka tidak hanya
provide clinical services), and that this practice menyediakan layanan klinis), dan bahwa praktek ini
can occur in any practice setting. dapat terjadi dalam setting praktek. The clinical The klinis
pharmacist's application of evidence and evolving apoteker aplikasi bukti dan berkembang
sciences points out that clinical pharmacy is a ilmu menunjukkan bahwa farmasi klinis adalah
scientifically rooted discipline; the application of ilmiah berakar disiplin; penerapan
legal, ethical, social, cultural, and economic hukum, etika, sosial, budaya, dan ekonomi
principles serves to remind us that clinical prinsip berfungsi untuk mengingatkan kita bahwa klinis
pharmacy practice also takes into account praktik farmasi juga memperhitungkan
societal factors that extend beyond science. sosial faktor yang melampaui ilmu pengetahuan. By Dengan
stating that clinical pharmacists assume menyatakan bahwa apoteker klinis menganggap
responsibility and accountability for achieving tanggung jawab dan akuntabilitas untuk mencapai
therapeutic goals, the definition makes it clear tujuan terapi, definisi menjelaskan
that they are called upon to be more than bahwa mereka dipanggil untuk menjadi lebih dari
consultants. konsultan. Further, the mention of managing Selanjutnya, penyebutan mengelola
therapy in direct patient care settings is terapi pada langsung pengaturan perawatan pasien adalah
particularly important because it reinforces sangat penting karena memperkuat
existing definitions of the term “clinical.” For ada definisi dari istilah klinis. "Untuk"
example, the American Heritage College Dictionary Misalnya, American Heritage College Dictionary
defines clinical as “involving or based on direct mendefinisikan klinis sebagai "melibatkan atau berdasarkan langsung
observation of the patient” observasi pasien "
1 1
; Dorland's Medical ; Dorland's Medical
Dictionary defines clinical medicine as “the study Kamus mendefinisikan obat klinis sebagai "penelitian
of disease by direct examination of the living penyakit dengan pemeriksaan langsung hidup
patient.” pasien. "
2 2
That is, clinical pharmacists are involved Artinya, apoteker klinis yang terlibat
in direct interaction with, and observation of, the dalam interaksi langsung dengan, dan pengamatan dari,
patient. pasien. In addition, it is noted that clinical Selain itu, dicatat bahwa klinis
pharmacists practice both independently and in apoteker praktik baik secara mandiri dan dalam
consultation or collaboration with other health konsultasi atau kolaborasi dengan kesehatan lainnya
care professionals, making it clear that they are perawatan profesional, sehingga jelas bahwa mereka
members of an autonomous profession within anggota profesi yang otonom dalam
their scope of practice yet also function as lingkup praktek namun juga berfungsi sebagai
members of a cooperative health care team. anggota tim perawatan kesehatan koperasi.
Finally, attention is drawn to the scientific impact Akhirnya, perhatian ditarik dengan dampak ilmiah
of clinical pharmacist researchers by stating that peneliti apoteker klinis dengan menyatakan bahwa
they generate, disseminate, and apply new mereka hasilkan, menyebarkan, dan menerapkan baru
knowledge that contributes to improved health pengetahuan yang memberikan kontribusi untuk perbaikan kesehatan
and quality of life. dan kualitas hidup.
Roles Within the Health Care System Peran Dalam Sistem Perawatan Kesehatan
By noting that the clinical pharmacist is an Dengan mencatat bahwa apoteker klinis adalah
expert in the therapeutic use of medications, this ahli dalam penggunaan terapi obat, ini
section indicates that the clinical pharmacist is bagian menunjukkan bahwa apoteker klinis
recognized as providing a unique set of knowl- diakui sebagai menyediakan seperangkat pengetahuan unik-
edge and skills to the health care system and is tepi dan keterampilan untuk sistem perawatan kesehatan dan
therefore qualified to assume the role of drug Oleh karena itu memenuhi syarat untuk berperan sebagai obat
therapy expert. ahli terapi. In addition, this expertise is used Selain itu, keahlian ini digunakan
proactively to ensure and advance rational drug proaktif untuk memastikan dan memajukan obat rasional
therapy, thereby averting many of the medication terapi, sehingga mencegah banyak obat
therapy misadventures that ensue following petualangan terapi yang terjadi berikut
inappropriate therapeutic decisions made at the terapi tidak tepat keputusan yang diambil saat
point of prescribing. titik resep. Stating that the clinical Menyatakan bahwa klinis
pharmacist is a primary source of scientifically apoteker adalah sumber utama ilmiah
valid information and advice on the best use of valid informasi dan saran tentang penggunaan terbaik
medications emphasizes that the clinical obat menekankan bahwa klinis
pharmacist serves as an objective, evidence-based apoteker berfungsi sebagai tujuan, berdasarkan bukti
source of therapeutic information and recommen- sumber informasi terapi dan rekomendasi-
dations. dations. This expertise extends beyond traditional Keahlian ini melampaui tradisional
medications to include nontraditional therapies obat untuk memasukkan terapi non-tradisional
as well. juga. Finally, indicating that clinical pharma- Akhirnya, menunjukkan bahwa farmasi klinis
cists routinely provide therapeutic evaluations cists secara rutin memberikan evaluasi terapi
and recommendations underscores the fact that dan rekomendasi menggarisbawahi fakta bahwa
their daily practice involves regular consultation praktek sehari-hari mereka melibatkan konsultasi reguler
with patients and health care professionals dengan pasien dan perawatan profesional kesehatan
regarding medication therapy evaluations and evaluasi tentang terapi obat dan
recommendations. rekomendasi.
References Referensi
1. Anonymous . 1. Anonymous. American heritage dictionary of the English warisan Amerika kamus bahasa Inggris
language, 4th ed. bahasa, 4th ed. Boston: Houghton Mifflin, 2007. Boston: Houghton Mifflin, 2007.
2. Anonymous . 2. Anonymous. Dorland's illustrated medical dictionary, 31st ed. Dorland's ilustrasi medis kamus, 31 ed.
Philadelphia: Saunders, 2007. Philadelphia: Saunders, 2007